oleh

2018 Semua SKPD di Ternate Hanya BP2RD Capai 100% Target PAD

Kepala BP2RD Kota Ternate. H. Ahmad Yani Abdurahman

TERNATE, Lintasmalut.net – Seluruh Satuan Perangkat Daerah (SKPD) se Kota Ternate, hanya Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) yang capai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate.

Pencapaian target PAD pada sektor pajak hingga akhir Desember 2018, BP2RD mampu merealisasi 100 persen pajak dari target Rp. 50.100.000.000.
“Pajak itu kita capai, target sebesar Rp. 50.100.000.000 miliar yang kita capai Rp. 52.059.514.200 miliar melebihi target atau 103,91%” ungkal Kepala BP2RD Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman ketika dikonfirmasih kamis (3/1/2019) via WhastApp.

Menurutnya capaian ini diluar realisasi PAD pada sektor retribusi Daerah. H.A.Yani, mengatakan, PAD pada sektor retribusi Daerah di SKPD semuanya tidak mencapai target. Namun ada beberapa SKPD realisasinya sama dengan target di Tahun 2017 lalu.

“Memang tidak capai target, tapi realisasinya sama dengan Tahun lalu itu salah satunya Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate. Sedangkan SKPD yang lain semuanya tidak capai,” katanya.

Meski mengakui PAD pada sektor retribusi Daerah tidak mencapai target, Ahmad Yani, mengungkapkan, secara keseluruhan PAD Kota Ternate di tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi Rp 73 miliar dibandingkan 2017 hanya Rp. 70 miliar. “ Meskipun secara presentasi kita jauh, tapi dari nilai transaksi atau nilai realisasi kita melebihi sebesar Rp 2 miliar,” jelas Kepala BP2RD.

Kepala Disperindag Kota Ternate. Nuryadin Rahman.

Sementara itu Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Nuryadin Rahman mengungkapkan, capaian PAD pada sektor retribusi Daerah pada 2017 dan 2018 ada perbandingan capaian kurang lebih Rp. 1 miliar.

“Tahun lalu itu target penerimaannya Rp 10 miliar, yang kita capai itu Rp 8,2 miliar atau 82,27 persen, semenrara 2018, kita capaiannya Rp 9 miliar lebih dari target penerimaan sebesar Rp 17 miliar atau presentasenya 51,44% jadi selisih antara 2017 ke 2018 itu kurang lebih Rp 1 miliar,” kata Nuryadin Kamis (3/1/2019) ketika ditemui di ruang kerjanya.

Meski mengklaim semua item penarikan retribusi Daerah rata-rata mengalami peningkatan, Nuryadin mengaku ada kelemahan yang secara tidak langsung berdampak pada Disperindag untuk mendongkrak kenaikan capaian PAD.

“Pebangunan pasar Dufa-Dufa, pasar rempah-rempah di Kota Baru, dan pasar Sabi-Sabi yang belum selesai ini juga berpengaruh, dia mencontohkan, “misalnya di pasar Dufa-Dufa, disana hanya penagihan harian saja, sementara penagihan pada kios untuk sementara waktu belum bisa karena masih menunggu pembangunan, termasuk pasar Bastiong,” kata Kata Nuryadin.

Selain faktor pembangunan pasar, Katanya ada faktor lain yang berdampak pada peningkatan pendapatan PAD, salah satunya belum di sahkannya revisi Perda Nomor 5 tahun 2011 pelayanan retribusi pelayanan pasar oleh DPRD.

“Kita berharap dalam waktu dekat paling lambat Februari 2019 sudah di sahkan. Kalau sudah di sahkan, kami yakin capaian PAD di 2019 sesuai target yaitu Rp 13 miliar,”harap Nuryadin.(rdx)

Komentar