oleh

3 Tenaga Kerja PT BPN di Halteng Tewas Tertimbun Tanah, Satu Orang Belum Ditemukan

Sejumlah alat berat milik PT. Bakti Pertiwi Nusantara (PBN) yang saat ini masih tertimbun tanah longsor. (foto :Wan/Lintas Malut)

WEDA – Tiga orang tenaga kerja PT. Bakti Pertiwi Nusantara (BPN) di Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara (Malut) tewas tertimbun tanah akibat longsor, Minggu (10/3/2019) pukul 15.00 WIT.

Informasih yang dihimpun lintasmalut.co.id, ketiga korban tersebut yakni, Anto Pipa (31) warga Desa Waleh Kecamatan Weda Timur, Bayu Hendra (25) warga Desa Fritu Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halteng, dan Yusuf Lini (40) asal Kabupaten Toraja Provinsi Sulawesi Selatan.

Tiga orang dari korban tersebut, satu diantaranya masih tertimbun oleh tanah longsor dan masih dilakukan pencarian.

Anto bekerja sebagai karyawan Subkontraktor. Anto meninggal akibat tertimbun tanah saat sedang melakukan aktivitas kerja dimalam hari.

Kemudian Yusuf Lini, asal Toraja yang bekerja sebagai karyawan Subkontraktor, meninggal lantaran tertimbun tanah.

Sedangkan Bayu Hendra Togo (24) warga Desa Fritu, saat ini belum ditemukan. Bayu bekerja sebagai operator excavator.

Sementara Novian asal Manado, sebagai karyawan Subkontraktor mengalami Luka ringan di bagian kaki. Saat ini Novian sedang mengalami trauma.

Kronologi singkat, tepatnya di Kilo Meter (Km) 15 puncak gunung moro-moro, para pekerja tersebut sedang malaksanakan pengerjaan pengerukan matrial tanah (Biji nikel/OR).

Saat aktivitas berlangsung, terjadi pergeseran tanah dari bekas pengerukan bertebing, sehingga menyebkan empat orang menjadi korban.

Ibu Bayu Hendra (Korban), Fatmawati (40) saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan, dirinya berharap kepada pihak perusahaan untuk bertanggung jawab atas kejadian yang menimpah anaknya.

“Kami berharap agar pihak perusahaan bertanggung jawab untuk mencari anak saya yang saat ini masih tertimbun tanah longsor,” harapnya.

Senada dengan Istri Bayu Hendra, Ester Sonda (25), ia juga berharap kepada pihak perusahaan agar suaminya segera ditemukan.

“Kejadian dari jam tiga subuh, laporan yang kami terima sudah jam tujuh pagi. Herannya jam delapan baru mereka mengambil tindakan. Semoga saja suamiku cepat ditemukan,” kata Ester.

Kapolres Halteng, AKBP Andri Haryanto SIK mengatakan, saat ini anggotanya bersama pihak perusahaan masih melakukan pencarian terhadap Hendra.

“Sementara tim kami dan pihak perusahaan masih fokus melakukan pencarian. Kami berharap kepada pihak keluarga agar tetap bersabar,” kata Kapolres.

Sementara pihak perusahaan, Bahri saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan bertanggungjawab untuk melakukan pencarian hingga korban ditemukan.

“Tetap kami dari pihak Perusahaan akan bertanggungjawab atas musibah yang telah menimpa mereka. Saat kami masih melakukan pencarian. Ini akan berlangsung sampai saudara kami Hendra di temukan,” katanya.

Kepada keluarga korban Bahri mengatakan, dirinya mewakili perusahaan turut berdukacita. Ia berharap agar keluarga korban yang ditinggalkan untuk tetap bersabar,” Ucapnya. (Wan)

Komentar