oleh

Agraria, Petani dan Kebijakan Pemkot Tikep

-OPINI-240 views

Oleh

Sartono Halek

(Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis)

Pada tanggal 24 september 1960 Undang-undang pokok Agraria dibuat itulah babak baru tentang pentingnya peran dan posisi petani dan pada tanggal itu kemudian hari ini di peringati sebagai Hari Tani Nasional. Namun, tidak sedikit petani Indonesia yang masih menjerit.

Ini sungguh ironi hal ini termasuk para petani yang ada di kota Tidore kepulauan ketika peringatan Hari Tani Nasional. Setiap kali peringtan Hari Tani Nasional 24 september hal ini biasanya diwarnai berbagai aksi unjukrasa di seluruh indonesia dari masa gabungan organisasi hingga para petani di depan kantor kantor pemerintahan. Tak mau ketinggalan para petani yang ada di daerah juga ikut berdemo seperti juga di Maluku Utara, pertanyaanya apa yang penting dari peringatan hari Tani nasional ini ?

Tentu semangatnya bahwa pertanian itu berbicara petani adalah bicara soal pangan, Bung Karno bilang “Pangan adalah soal hidup dan mati” coba bayangkan jika para petani mogok memanen padi satu musim saja, petanilah yang memberi makan dunia

Hari Tani Nasional harus menjadi refleksi untuk evaluasi pemerintah baik pusat maupun daerah apa saja yang sudah capai ? Sejatinya masih banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan.

Di Kota Tidore kepulauan kebijakan pemerintah belum sepenuhnya berpihak ke petani hal ini terlihat pada pemerintah kota Tidore di bawah kepemimpinan Capt Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen hampir dalam kurun waktu kepemimpinannya dalam satu periode ini belum nampak kebijakan pemerintah kota Tidore yang menyentuh para petani hal ini terlihat secara real masih banyaknya masalah yang di alami oleh para petani di daratan Kecamatan Oba. Misalkan, soal anjloknya harga kopra hingga hasil komoditi lainnya. pada hal sisi lain Oba juga adalah pusat rempah-rempah.

Disana ada wilayah trans di Desa koli Kecamatan Oba dan Desa Maidi Kecamatan Oba selatan yang kita tahu bersama banyak dari mereka yang menanam tanaman bulanan yang mestinya Pemerintah Kota Tidore harus lebih fokus untuk membenahi para petani dengan menyiapkan baik infrastruktur pendukung lainya untuk menjangkau atau mempermudah petani mulai dari produksi hingga pada distribusi ke pasar.

Hal ini jika Pemkot Tikep sadar dan betul betul iklas untuk mendorong sektor pertanian yang ada di daratan Oba saya yakin tidak hanya kesejahteraan petani namun bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD). Disisi lain juga di hari agraria ini masih banyak persoalan batas wilayah yang mestinya di selesaikan oleh Pemerintah Kota Tidore misalkan saja sengketa batas wilayah atara Desa Tului dan Desa Toseho yang tak kunjung di selesaikan. (*)

Komentar