oleh

Ahlan Djumadil Anggota DPRD Halteng Dipolisikan

Lamagi La Ode wartawan deteksimalut.com saat melaporkan Anggota DPRD Halteng, Ahlan Djumadil ke Polres (foto/ist/Wan)

WEDA – Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara (Malut), Ahlan Djumadil dilaporkan ke Polres Halteng atas dugaan pengancaman terhadap Wartawan.

Tindakan tidak terpuji dilakukan Ahlan terhadap Lamagi La Ode yang berprofesi wartawan di deteksimalut.com terkait pemberitaan yang berjudul “Temuan Soal Dugaan Lahan Fiktif, Ini Penjelasan BPK” Rabu, (7/3/2019) kemarin.

Anggota Dewan dari Partai Gerindra itu mengancam Ode (Wartawan) dengan bahasa “Goblok, kurang ajar, Biadab. Ngana (kamu) pi (ke) di rumah, saya tunggu pangana (kamu) di rumah, kurang ajar, biadab,”. Bahasa kotor itu diungkapkannya secara berulang-ulang.

Tak terima dicaci maki oleh seorang Sekretaris Gerindra Halteng (Ahlan-red) akhirnya Ode melaporkan Ahlan ke Polres Halmahera Tengah, Jum’at (8/3/2019) pukul 11.35 WIT.

“Saya tidak terima dengan bahasa kotor yang dikatakan Ahlan Djumadil. Masa seorang anggota DPRD bisa mengatakan hal seperti itu kepada Wartawan. Ini tak patut dicontohkan,” Sesal La Ode.

Kepada Polisi Ode berharap, masalah ini diseriusi. Sebab Ahlan dinilai tidak paham dengan tugas-tugas Pers.

“Saya akan terus mengawal laporan yang telah saya buat. Saya juga berharap agar teman-teman Kepolisian dapat menindak persoalan ini hingga tuntas,” harapnya.

Sementara Waka Polres Halteng, Kompol Jasim Hoda SH meminta kepada anggotanya agar persoalan ini segera diseriusi. Katanya, wartawan wajib hukumnya dilindungi.

“Saya (Waka Polres) sudah mendengar rekaman pengancaman tersebut sehingga ini harus ditindak lanjuti,” ungkapnya.

Sembari mengatakan, “Wartawan itu mitra. Instansi manapun tidak semena-mena memperlakukan wartawan seperti itu, apa lagi mengancam terkait dengan pemberitaan. Klarifikasi berita itu ada mekanisme nya,” Imbuhnya. (WAN).

Komentar