oleh

Akhir Umahuk: Pemda Kepsul Jangan Asingkan Kelompok Tani

Ketua Kelompok Tani Desa Fogi, Akhir Umahuk (Foto:Mr.f/lintasmalut.co.id)

SULA – Para kelompok tani Bawang, Rica dan Tomat (Barito) di Kabupaten Kepulaun Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) meminta kepada Pemda agar jangan asingkan kelompok Tani.

Pasalnya, para pedagang dan instansi terkait telah menyalahkan kelompok tani terkait harga Barito di pasar. Padahal, hal itu tidak benar, apa lagi dalam dikondisi mendekati Hari Raya Idul Fitri 1440 H 2019 M semua bahan akan dinaikan karena stok Barito di pasar saat ini sangat kurang.

Ketua Kelompok Tani Desa Fogi Kecamatan Sanana, Akhir Umahuk mengatakan, harga yang mereka (Tani) berikan di pasar untuk Barito dengan standar per 1 kg Rp 60 ribu sampai 70 ribu, akan tetapi dinaikkan oleh pihak ketiga dalam hal ini pedagang yang ada di pasar, sehingga kelompok Tani disalahkan Dinas Pertanian UKM dan Pangan.

“Para pedagang di pasar telah mengancam kami untuk melaporkan kami kepada bapak bupati, kami sangat kecewa dengan prilaku yang dilakukan mereka, karena semata-mata kami di salahkan, bahkan mereka juga mau mengusir kelompok tani untuk keluar dari sula, ini membuat saya sangat kecewa dengan diperlakukan seperti ini,”katanya kepada lintasmalut.co.id, Senin (3/6/2019).

Dikatan, dirinya bersama kelompok tani meminta kepada Pemda agar kedepan jangan hal ini terjadi. “Setidaknya pemerintah harus mendukung untuk melihat, jangan kami di asingkan,” ujarnya.

Umahuk juga berharap kepada Bupati Hendrata Thes agar memperhatikan kelompok tani.

“Saya berharap kepada Bupati kepsul agar memberikan jalan kepada kelompok tani, karena merekalah yang akan berikan kontribusi pada masyarakat,”harapnya.

Terpisah, Kadis Pertanian Kepsul Idris Baguna menyebut, kelompok tani sudah bertemu dengan Bupati dan mereka sudah jelaskan terkait dengan harga Barito di pasar, hal itu diapresiasi Bupati Hendrata Thes.

“Kemrin kelompok tani bertemu dengan bapak bupati hendarata thes untuk menjelaskan terkait dengan kenaikan harga Brito di pasar, hal itu diberi apresiasi oleh bupati kepada kelompok tani dan mereka tidak di salahkan,” pungkasnya. (Mr.f)

Komentar