oleh

Akhirnya, DPO Rijal Ditembak Jatanras Polres Halteng

Tim Jatanras Polres Halteng saat menangkap Rijal Mangsur di Desa Palo, Kecamatan Patani Timur

WEDA, Lintasmalut.net – Satuan Jatanras Polres Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara berhasil menangkap Rijal Mangsur di salah satu rumah warga Desa Palo, Kecamatan Patani Timur, Rabu (23/1/2019) pukul 04.35 wit.

Tim Jatanras tersebut sebanyak Delapan orang, dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Halteng, IPTU A. Effan Sulaiman SIK. Anggota Jatanras tersebut bertolak dari Kota Weda pada pukul 23.00 wit. Tiba di Desa Banemo pukul 03.35 wit.

“Rijal ditangkap saat sedang tidur disalah satu rumah warga di Desa Palo. Informasi ini kami dapatkan dari berbagai sumber (Masyarakat), ” ungkap Effan kepada Lintasmalut.net.

Saat ditangkap, Rijal mencoba melakukan perlawanan untuk melarikan diri, akhirnya dihadiahi dua butir tima panas dikedua kakinya. Sehingga ia dilarikan ke Puskesmas Patani untuk diberikan penaganan medis.

“Saat itu dia (Rijal) sempat melawan untuk mencoba melarikan diri, makanya kami tembak. Kamudian kami larikan dia ke Puskesmas Patani guna diberi perawatan medis,” kata Effan.

Untuk diketahui, April 2018 lalu, Rijal bersama sahabatnya, Kasim Mutalib alias Kasten telah melakukan tindak pidana kasus persetubuhan anak dibawah umur, sebut saja bunga warga Desa Tepeleo disalah satu Sekolah.

“Rijal ini sudah dua kali melakukan kasus yang sama yaitu, pencabulan terhadap anak dibawah umur. Pertama tahun 2008, kemudian pada April 2018 bersama Kasten. Rijal bukan hanya DPO Polres Halteng, tapi juga DPO Polres Haltim dan Polres Manokwari,” imbuh Kasat.

Sebelumnya Rizal ditangkap oleh Polsek Patani. Setelah diamankan di ruang tahanan Polsek, ia sempat melarikan diri selama kurang lebih satu tahun. Sehingga Polres Halteng menetapkanya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Atas perbuatannya, Rijal dikenal pasal 76 D Junto, Pasal 81 ayat 1 UU No. 35 tahun 2018, tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak Junto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHAPidana, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. (Wan).

Komentar