oleh

Akibat Banjir, Aktivitas Warga Wayo dan Bobong Terganggu

BOBONG – Menjadi langganan ketika musim hujan dengan intensitas ringan melanda se-antero wilayah Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Sehingga memancing sejumlah sungai meluap dan mengakibatkan banjir, seperti yang terjadi di dua desa yaitu Wayo dan Bobong, Kecamatan Taliabu Barat.

“Dengan diguyur hujan yang tiada henti tentu sebagai masyarakat, saya merasa terganggu karena seluruh akses jalan Induk di ibukota kabupaten digenangi aii dan takut air masuk ke dalam rumah, ” kata Serli Bantu, SH warga Desa Jorjoga Kecamatan Taliabu Utara yang saat ini berada di Desa Wayo kepada Lintasmalut.net via Whatsapp, jumaat ( 07/06/2019).

Serli menyarankan, bahwa harusnya perencanaan yang dilakukan oleh Dinas terkait sesuai dengan aliran sungai, bahkan datangkan tenaga ahli bidang tata kota dan pengairan sehingga semua berjalan sesuai kebutuhan wilayah.

“Dengan ada pembangunan aliran air yang jelas dan terarah serta jangn amburadul.
Perencanaan harus terarah
mengatasi banjir adalah pengendalian air dari hulu dan di aliri ke hilirnya, sehingga titik temu bisa ada. saya bukan ahli di bidang tata kota.
Oleh sebab itu, panggil ahlinya dan laksanakan, ” sarannya.

Dia berharap ( Serli, red), jika semua yang direncanakan berjalan maka dipastikan kedepannya persoalan banjir dapat diatasi.

“Harapan saya semoga di tahun berikut ketika ada musim hujan tiba maka persoalan genangan air di wayo dan bobong sudah bisa teratasi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Taliabu belum berhasil dikonfirmasi. (red)

Komentar