oleh

Akibat Gempa, Tiga Orang Anak Masih Dirawat

Salah Satu Pasien

LABUHA- Akibat gempa magnitudo 7,2 SR yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Tiga orang anak mngalami patah tulang dan saat ini intens dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha.

Direktur RSUD Labuha, Asiyah Hasjim ketika dikonfirmasi Wartawan Lintasmalut.net diruang kerjanya, Jumat (19/07/2019) mengatakan pihaknya menerima banyak pasien korban gempa termasuk termasuk tiga orang Anak dan saat ini mereka intens dirawat.

“Tiga orang anak itu yakni, Askal (2) tahun luka terbakar, Riyanti (9 tahun) dan Anisa (6), keduanya mengalami patah tulang karena tertimbun bangunan rumah di desa Yomen Kepulauan Joronga,”tandasnya.

Rifat ibu korban Askal, saat dikonfirmasi di RSUD Labuha, dia menjelaskan bahwa saat kejadian itu dia sementara berada dikebun dan adiknya mengaja korban, tiba-tiba terjadi gempa adiknya panik dan lari keluar rumah, lalu korban Askal yang masih belia itu masuk dibawa meja sehingga tidak terkena reruntuhan bangunan tetapi kena api karena berdekatan dengan tempat masak.

“Saya bersyukur karena anak ini tidak kenal dinding rumah karena dia masul dibawa meja, tetapi dia hangus karena kena api, “ujar Rifat dengan tangisan.

Sementara, Riyanti (9 tahun) warga desa Yomen Kepulauan Joronga
Anak itu awalnya digendong ibunya, lalu mereka lari menyelamatkan diri bersama ibunya, usra (47) tetapi karena lambat sehingga keduanya tertimbun runtuhan bangunan rumah.
“Torang dua lari tapi terlambat akhirnya sampe dapa tindis deng gedung bangunan rumah/dan patah tulang,” tandas Usra.

Sunarti orang tua, Anisa (6) asal desa Yomen juga tertimbun rumahnya karena terlambat melarikan diri.
“Karena samua so panik jadi anak ini juga lari terlambat makanya kena bangun rumah akhirnya patah tulang, “cetus Sunarti. (van)

Komentar