oleh

Akibat Tanggul PT. Adidaya, Jembatan Desa Air Bulan Patah

Jembatan Pemnghubung Antara Desa Air Bulan dan Desa Nunce Kecamatan Taliabu Utara

BOBONG, Lintasmalut.net – Jembatan penghubung antara Desa Air Bulan dan Desa Nunca Kecamatan Taliabu Utara Kabupaten Pulau Taliabu patah, diterjang Banjir, diduga kuat banjir tersebut akibat ambruknya Tanggul, atau Bak penampungan air PT. Adidaya Tangguh.

PT. Adidaya Tangguh merupakan sala satu perusahan Tambang Nikel yang beroperasi di Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara.

Selain Jembatan penghubung yang patah, akibat diterjang banjir dan menyebabkan tiang pancang bagian tengah tertancap kedalam, namun juga perkebunan warga Desa Air Bulan dan Desa Nunca juga ikut terancam akibat disapu banjir, peristiwa ini para Petani mengalami kerugian ditaksirkan ratusan juta rupiah.

Kepala Kecamatan Taliabu Utara Hayatudin Fataruba, kamis (3/1/2019) ketika ditemui, di kediamannya di Desa Gela Kecamatan Taliabu Utara mengatakan banjir tersebut diduga akibat ambruknya Tanggul Perushaan Tambang Nikel, akibat kejadian tersebut, buah kelapa yang sudah terkumpul dan pohon-pohon kelapa dan pohon Cacao atau coklat serta cengkih milik warga Desa Nunca dan Desa Air Bulan ikut terbawa banjir,”ungkap Hayatudin.

“Jembatan penghung Desa Nunca dan Desa Air Bulan terancam ambruk, sebagai akibat imbas dari ambruknya Tanggul air dari PT. Adudaya Tangguh, akibat banjir tersebut kelapa milik warga lenyap,”kata Hayatudin.

Dengan melihat kejadian tersebut, pihaknya Perintahkan Kepala Desa Air Bulan untuk segera mengecek kebenaran informasi tersebut, apakah banjir besar yang baru pertama kali terjadi di Desa Air Bula merupakan imbas dari ambruknya Tanggul Air milik Tambang Nikel atau bukan. Bahkan dirinya juga telah mengintruksikan Pemerintah Desa untuk menghitung kerugian masyarakat.”tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Air Bulan, Imanuel Tama, saat ditemui Media ini mengatakan sementara, membentuk kelompok untuk mengecek di wilayah sekitar Tambang, dan bila betul adanya banjir itu karena Tanggul Air maka PT. Adidaya Tangguhan harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga.

Imanuel berharap, Pemerintah Daerah dalam hal ini BPBD Kabupaten Pulau Taliabu secepatnya memperhatikan dampak banjir di Desa Air Bulan itu sehingga masyarakat pun tidak merasa khawatir karena warga didua Desa ini butuh perhatian pemerintah. (As)

Komentar