oleh

Aksi Deklarasi Hari Jadi Papua Merdeka ,Ratusan Mahasiswa Ditangkap Polisi

-HUKRIM-55 views

TERNATE, Lintasmalut.net – Ratusan  Mahasiswa  mengatasnama  Fron Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP)  Mendeklarasikan hari jadi Papua  Merdeka jatuh pada 1 Desember.1961, di depan Kantor RRI Ternate dan depan Pasar Higienis Bahari Berkesan, Kelurahan Gamalama, Sabtu (01/12/2018) dibubarkan Aparat Kepolisian,  111orang Mahasiswa diantaranya ditangkaop Polisi karena dianggap telah melanggar aturan menyampaikan pendapat di depan umum.

Aksi Deklarasi FRI West Papua, dalam tuntutannya terdapat 9 poin.Salah satunya adalah meminta pada Pemerintah agar memberikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua. Mereka menyampaikan tuntutan itu di dua titik. antara lain, Kantor RRI di Kelurahan Soasio Ternate Utara, dan Pasar Gamalama Kota Ternate Tengah.

Masa aksi meminta Pemerintah agar segera menarik pasukan TNI-Polri yang ada di Tanah Papua, “tarik militer TNI-Polri dari seluruh tanah Papua karena Papua harus Merdeka,”terik sala satu orator aksi.

Mahasiswa yang tergabung dalam FRI-WP  ini melawan  untuk tidak dibubarkan dan bawa ke Polres Ternate.  Saat diangkut ada yang teriak Papua Merdeka saat diangkut ke mobil truk Polisi. 111 orang ditangkap ini karena dianggap profokator  serta  polisi menilai aksi meraka tidak mengantongi izin dan materi aksi bermuatan perpecahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketika didata, satu-persatu menolak memberikan identitasnya, mereka memilih bungkam, bahkan sebagian lainnya mencoba mengelabui petugas dengan memberikan identitas dan domisili palsu, ketika diintrogasi pihak Kepolisian, setelah didesak sebagian dari mereka mengaku masih berstatus mahasiswa yang berasal dari sejumlah daerah di Provinsi Maluku Utara dan dari Provinsi Papua Barat. Polisi kemudian mengambil sidik jari dan mengambil gambar satu persatu.

Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda., kepada awak Media, “mereka ditangkap dan didata, karena materi yang dibawa terkait Kemerdekaan Papua yang tidak sesuai dengan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) “Silahkan sampaikan pendapat, karena itu hak anda. Tapi, materinya jangan sampai memecah keutuhan NKRI,”Tegas Azhari.

Sejumlah Mahasiswa yang diamankan. Kata Azhari, akan diperiksa identitasnya masing-masing. dikhawatirkan jangan sampai ada penyusup dengan sengaja ingin mengacaukan Daerah ini. Apalagi, semua yang diamankan ini, tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kami sudah berkomunikasi dengan Dukcapil, untuk medatangkan alat ke sini, supaya menginventarisir data-data sejumlah massa aksi, dari mana mereka sebetulnya,”katanya

Sementara itu,Dandim 1501 Ternate Letkol Kaf Bambang Sugiyarta menambahkan, tindakan massa aksi Papua Merdeka jelas melanggar hukum. Sehingga, harus diamankan guna kepentingan penelusuran siapa dalam dibalik aksi tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian serta Pemkot dalam rangka melakukan pembinaan kepada sejumlah Mahasiswa supaya tidak mengulangi lagi tindakan semacam itu,”tandasnya. Sembari berharap, agar masyarakat tidak melaksanakan aksi yang menentang kedaulatan NKRI.

Informasi yang diterima Media ini bahwa Aksi ini dilakukan secara serentak di 11 Kota di Indonesia, dan Provinsi Maluku Utara menjadi pusat perhatian mereka diantaranya tiga Kabupaten/Kota yakni Kota Ternate, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Halmahera Utara, selain itu Aksi juga terjadi di Jakarta Pusat, Kota Surabaya, Provinsi Palu, Kota Kupang, Kota Makasar, dan Kota Manado.(mtg)

Komentar