oleh

Akui Beraktivitas, Pemilik Caffe Ditegur Pemkab Halsel

Kadis DPM-PTSP Halsel dan rombongan saat meminta keterangan kepada pemilik Cafe Bungalow (Foto/Ivan/lintasmalut.co.id)

LABUHA – Menindak lanjuti desakan FKUB Halsel dan Wakil Bupati, Iswan Hasjim terkait hentikan aktifitas cafe. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) langsung menggelar Inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah Cafe yang beroperasi dalam Ibu Kota Kabupaten.

Inspeksi mendadak (Sidak) dipimpin langsung oleh Kadis DPM-PTSP Halsel, Nasir Koda didampingi sejumlah staf, Selasa (30/07) kemarin dimulai sekitar pukul 16.00 dan berakhir pukul 18.30 WIT.

Cafe Hoax adalah cafe pertama yang didatangi Kadis DPM-PTSP Halsel dan rombongan, diterima oleh pemilik Cafe, Ronald Ongky. Dihadapan Kadis, pemilik Cafe hoax mengaku baru satu malam membuka cafe dan ada sembilan Rum semua beroperasi. “Sudah ada edaran dari Kantor Camat tetapi kita coba buka dan Baru tadi malam (Senin malam) beroperasi, “akui Ronal

Usai dari cafe hoax, rombongan Kadis DPM-PTSP menuju Cafe Bungalow untuk memastikan ada aktifitas atau tidak ternyata ada aktifitas seperti biasa. Pemilik Bungalow, Tiongsan Ongky mengaku juga baru buka satu malam dibuka (senin malam). “Rencana malam ini mau dibuka tetapi sudah dilarang makanya tidak dibuka lagi, “kata tiongsan

Setelah dari Cafe Bungalow, Nasir koda menuju Cafe Rama dan bertemu langsung dengan pemilik Hi. Superman.  Dia mengaku, duka Halsel duka kita semua, tetapi alasan cafe dibuka karena melihat kantor sudah ada aktiftas dan anak-anak sudah mulai sekolah jadi dipikir sudah tidak ada masalah makanya cafe dibuka.

“Pengusaha ini mencari rezeky dari objek usaha karena harus bayar tuntutan setoran ke Bank jadi harap di maklumi, “pinta Superman

Dihadapan pemilik Cafe Hoax, Ronald, kemudian Tiongsan Ongky, pemilik Cafe Bungalow, dan pemilik cafe rama, Kepala DPM-PTSP Halsel, Nasir Koda menjelaskan bahwa meski Pemda Halsel sudah mencabut tanggap darurat tetapi keluarga yang terkena gempa masih berada ditempat pengungsian maka warga yang tidak terkena dampak gempa jangan dulu berhura-hura untuk itu cafe jangan dulu ada aktifitas.

“Sudah ada desakan dari Forum Komunikasi antar ummat beragama (FKUB) dan Instruksi Pak Bupati dan Wakil Bupati jadi saya harus sampaikan bahwa untuk saat ini jangan dulu ada aktifitas, “tandasnya

Menurut Nasir, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tidak menghalangi para pengusaha karena mitra kerja untuk saling mendukung tetapi Halmahera Selatan sementara lagi gempa maka pengusaha juga harus bersabar.

“Secara lisan saya sampaikan hari ini dan besok akan disampaikan secara tertulis. Kalau pemilik cafe masih membuka cafe maka saya saya akan mengambil langkah tegas untuk menghentikan dan mencabut izin cafe yang tidak mengindahkan aturan Pemerintah.  Untuk hari ini kita Sidak di tiga cafe dan besok (hari ini) kita lanjutkan ke berebarapa cafe lain nya, “tegas Nasir. (van)

Komentar