oleh

Ampera Soroti Lemahnya Perekonomian Morotai

DARUBA – Lemahnya perputaran ekonomi dikabupaten Pulau dirasakan masyarakat sejak beberapa bulan terakhir. Lemahnya perputaran ekonomi didaerah itu akibat keterlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara nasional, Selasa (6/9/2019) belum lama ini.

Selain di morotai, keterlambatan ekonomi juga dirasakan hampir diseluruh daerah di Indonesia. Lemahnya perputaran ekonomi nampaknya menjadi isu yang ramai diperbicangkan bahkan ada yang mempolitisir untuk menyerang pemerintahan saat ini. Menyikapi hal itu, Ketua Ampera Morotai, Julkifli Samania meminta masyarakat morotai tidak terpengaruh dengan isu-isu saat ini.

Menurutnya, Lemahnya perputaran ekonomi di pulau morotai yang akhir – akhir ini menjadi sorotan berbagai elemen lapisan masyarakat soal lemahnya Jual Beli Masyarakat Terus di Goreng dalam tanur Kehidupan Politik Masyarakat, Public Opining yang di setir oleh sekelompok orang dengan Menggunakan cara pandang dalam melihat totasi perputaran Keuangan daerah yang ketinggalan ini, Membuat Kita di suguhkan dengan pola lama yang mesti di Luruskan.

“Pihak Yang memandang turunya tutaran ekonomi Harus Melihat dengan Jelih, tidak Bole Menggunakan cara pandang Lemahnya Rotasi Perputaran di Morotai disebabkan konsumen berkurang di pasar,” ungkap julkifli

“Sorotan Masyarakat soal menurunnya putaran Keuangan di Morotai membuat Kita Perlu Mencari Peralatan dan pikiran Baru demi Memberikan Pemahaman Agar tidak Menjadikan Pembodohan buat masyarakat setempat,” sambungnya.

Julkifli menambahkan, bahwa hari ini lemahnya putaran ekonomi akibat pergeseran Prodak dan konsumen misalnya Sistem Online saat ini sudah mencuat sehingga mengakibatkan pertokoan sering mengalami penurunan pelanggang karna tidak mampu bersaing prodak, selain itu juga Sekarang rotasi uang juga suda berputar ke desa dengan adanya Beberapa Badan Usaha Seperti bumdes Akses Pembangunan di desa dan Penjualan keliling yang masuk desa menjadi pemicu bahwa utama peredaran uang di desa secara otomatis, tingkat terasa ini suda terbagi dan tidak hanya berkutat di Satu wilayah Pusat Perbelanjaan.

“Cara pandang inilah yang mesti dibuka agar Pola pikir Masyarakat Morotai. Bahwa Pergeseran Kebutuhan Masyarakat suda mengalami putaran yang suda sangat maksimal,” tegasnya

Lanjut Julkifli, dengan peran yang dibuat oleh Pemerintah Daerah hari ini tentu fasilitas infrastruktur misalnya yang di bangun dapat mendobrak hasil petani dan dapat memudahkan penjualan masyatakat.

“Saya secara pribadi ingin menyampaikan, bahwa sudah menjadi kita bersama Kewajiban untuk Memberikan Pemahaman inilah yang mesti di berlakukan kepada masyarakat agar kelompok masyarakat Yang saat ini di Goreng dengan seolah-olah isue pemerintah tidak berpihak harusnya tidak bersifat Makna Sepihak,” tutupnya. (fik)

Komentar