oleh

ASDP Ternate Bantah Tidak Terapkan Himbauan Pemerintah Soal Covid-19

TERNATE – Manager usaha PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate, Marsadik membantah bahwa pihaknya tidak memberikan himbauan dan tidak menerapkan social distancing serta physical distancing kepada masyarakat atau para pemakai jasa.

Marsadik mengatakan, upaya menekan penyebaran coronavirus (Covid-19) ASDP Ternate sudah melakukan himbauan sesuai anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita perusahaan plat merah, sudah pasti mengikuti anjuran pemerintah terkait mengenai pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19. Dari awal kami sudah respon hal tersebut dengan mengadakan himbauan lewat spanduk dan tayangan visual berupa VCD, di areal ruang tunggu penumpang juga kami telah sediakan kran untuk cuci tangan sebelum masuk ruang tunggu dan sebelum masuk kapal,” katanya ketika dikonfirmasi, Senin (20/4/2020).

Ia menyebut, pihaknya selalu stand by dalam memberikan pelayanan bahkan di pelabuhan Ferry Bastiong juga ada posko Satgas Covid-19 dan petugas kesehatan.

“Petugas kamipun selalu ada pada saat jam pelayanan, di pelabuhan juga ada posko BNPB dan selalu ada petugas Satgas Covid-19 lengkap dengan tim kesehatan. Kalau urusan pencegahan berupa himbauan juga selalu di lakukan oleh pihak kepolisian melalui microphone dan lain-lain, tapi semua kembali ke kesadaran masing-masing masyarakat pengguna jasa itu sendiri untuk menjaga itu,” jelasnya.

“Walaupun kami sudah optimal melakukan pencegahan dan himbauan tapi masyarakat susah di atur. Ya tidak mungkin jalan, jadi jangan ASDP terus yang disalahkan, kan tidak adil kalau ASDP yang salah, ngomong dan protes serta teori memang gampang tapi pelaksanaan dilapangan itu susah,” sambungnya.

Di Jakarta. Kata Marsadik, jelas-jelas ada sanksi hukum saja masih banyak masyarakat yang melanggar, apalagi ini tidak ada sanksi hukumnya. Ia meminta jangan melihat dari segi kelemahan ASDP tetapi dilihat juga petugas yang selalu memberikan pelayanan terbaik.

“Selama ini tetap mengadakan pelayanan walaupun diliputi rasa was-was dan ketakutan akan penyebaran virus tersebut, tapi demi masyarakat Maluku Utara mereka semua tetap semangat melayani walau bahaya mengancam dimana-mana, coba bisa dibayangkan seandainya anggota kami takut bekerja dan pelayan stop jadi apa Maluku Utara tanpa kehadiran kami disana,” tukasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengabdi dan berkorban untuk masyarakat, kalau masih salah itu merupakan konsekuensi bekerja di layanan publik.

“Seribu kali kami bekerja baik tidak ada kata jempol, tapi begitu ada sedikit kelemahan kami dilapangan hujatan selalu datang. Itu sudah biasa, kami tetap tegar dan tetap semangat melayani masyarakat Maluku Utara karena di pundak kami ada sejuta rasa,” pungkasnya. (Alan)

Komentar