oleh

Badan BEKRAF RI Akomodir Delapan Usulan EK Dari Pemkab Halbar

Bupati Halbar Danny Misi didampingi Kadis Pariwisata, Kadis Prindagkop, Kadis PUPR , Kepala DPM-PTSP bersama Deputi BEKRAF RI Endah W. Sulistianti, ST, M.FA dan Yayasan Expose Indonesia dan JAVARA.

JAILOLO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) telah berhasil memasukan delapan proposal Ekonomi Kreatif (EK) ke Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI. Atas keberhasilan itu, Bupati Halbar Danny Missy, melakukan presentase dukungan Festifal Teluk Jailolo (FTJ) di BEKRAF RI, Rabu (6/3/2019).

Presentasi Bupati merupakan tindaklanjut dari Momerendum Of Understanding (MoU) yang telah dilakukan Pemkab Halbar bersama BEKRAF sejak 2018 lalu. Bupati Danny saat melakukan presentasi didampingi Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Feny Kiat, Kadis Prindagkop Martinus Djawa, Kadis PUPR M. Yusup, Kepala DPM-PTSP Samsuddin Senen, Yayasan Expose Indonesia dan JAVARA.

Kedatangan Bupati Danny Missy diterima langsung oleh Deputi 6 Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf RI Endah W. Sulistianti, ST, M.FA bersama jajaran Direkturnya.

“Presentase yang disampaikan oleh pak Bupati di Hadapan Ibu Deputi Bekraf adalah untuk usulan kegiatan “Theater Kuliner 7 Suku Asli” yang diharapkan akan mendapat suport dari BEKRAF-RI dalam rangka pelaksanaan FTJ pada 24 hingga 29 Juni mendatang,”Ungkap Kepala Dinas Kominfo, Kehumasan Persandian dan Statistik Chizaemah Djauhar kepada wartawan, Kamis (7/3/2019).

Kata Emma sapaan akrab Chuzaemah, Usulan yang disampaikan Bupati, sangat direspon pihak BEKRAF dan menurut Deputi BEKRAF, Endah W. Sulistianti, ST, M.FA bahwa informasi tentang Jailolo sudah begitu heboh dan luar biasa, karena berbagai promosi dan terobosan yang telah dilakukan Bupati, sehingga, diantaranya dengan membuat Film Balabala yang diputar pada saat sidang PBB, memfasilitasi 100 anak anak Halbar membawakan tarian Sasadu On The Sea (SOS) di halaman Istana Kepresidenan pada upacara 17 Agustus 2018 lalu.

Bahkan kata Emma, BEKRAF RI juga telah melakukan pelatihan Kriya Kain di Desa Gamtala, sehingga halbar sudah punya kain motif dengan pewarnaan alam yang sudah disuplay sebagian ke Jerman dan Perancis,

Suasa ketika Bupati Dany Misi Presentasi Ekonomo Kreatif

“Selain memberikan pelatihan kepada Kelompok SEBANG Desa Gamtala, BEKRAF juag memberikan bantuan peralatan berupa mesin jahit dan melakukan pendampingan. Terkait dengan tindaklanjut MoU yang telah dilakukan Pemkab dengan BEKRAF, maka akan mendapatkan prioritas dan perhatian, BEKRAF, berharap program kegiatan yang diusulkan oleh Daerah diharapakan berbasis pemberdayaan masyarakat dan juga melibatkan komunitas,”Kata Emma.

Mantan Sekwan DPRD Halbar itu menjelaskan, setelah tim dibentuk pada Desember 2018 lalu, tim Pengembangan Ekonomi Kreatif (PEKRAF) ALL OUT melakukan pertemuan, koordinasi dan diskusi untuk menyepakati tahapan kerja sambil mendorong percepatan penyusunan proposal untuk mengejar schedule yang ditetapkan BEKRAF. sementara PEKRAF sudah melakukan survey untuk menemukan potensi Ekonomi Kreatif (EK), baik yang potensial maupun yang sudah dan sedang dikelolah oleh IKM atau UKM maupun perseorangan yang ada disemua kecamatan,”Jelasnya.

Untuk hasil sementara Kata Emma, sudah diperoleh banyak potensi ekonomi kreatif di Halbar, sehingga dari hasil kerja sama Pemkab dan BEKRAF selama 3 tahun maka 2019 ini, Pemkab mencoba memdorong beberapa proposal ke BEKRAF melalui sistem online yang diterapkan oleh BEKRAF.

“Suyukur Alhamdullilah, walaupun kendala jaringan, tetapi sudah sebanyak delapan proposal yang berhasil diajukan diinput pada 28 Februari lalu diantaranya, Karya Kain Gamtala, Kuliner dari Worat-worat, Sambal Roa dari Gamlamo, Kerajinan Besi di Tedeng, Sablon di Akediri, Fotografer di Golo, Kerajinan tangan Batok Kelapa di Acango dan Kerajinan Tangan dan Kuliner dari Worat-worat.” cetus Emma.

Untuk pengembangan selanjutnya Emma menuturkan, saat ini tim akan segera melanjutkan langkah pendampingan bagi semua pelaku pengembangan Ekonomi Kreatif dan memfasilitasi serta mengatasi berbagai kendala yang dihadapi, seperti legalitas pendirian atau izin usaha, infrastrutur, modal, pasar dan yang lainnya,”Pungkasnya. (Bur/red)

Komentar