oleh

Baku Tembak Warga Latu dengan Brimob, Ini Penjelasan Polda Maluku

AMBON- Polda Maluku membenarkan penyerangan oleh warga Latu, yang berujung pada kontak senjata dengan Personil Brimob Detasemen B yang terpaksa membela diri.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat dalam konfrensi pers di ruangan kerjanya Kamis (16/5/2019) menjelaskan penyerangan oleh warga Desa Latu kecamatan Amalatu kabupaten SBB ketika hendak mengamankan Polsek Amalatu akibat dirusak warga, pasca ditangkapnya salah satu pelaku terhadap Syamsul Lussy..

“Mereka (Brimob) berangkat dari Masohi ke Polsek Amalatu, setibanya di Desa Latu, terjadi penyerangan terhadap mereka. Ada blokade, mereka diserang, serang dengan bom, dengan lemparan termasuk dengan penembakan,” ujar Oboriat.

Serangan bom, pelemparan dan tembakan dari masyarakat mengakibatkan kaca mobil truk bagian belakang yang ditumpangi Brimob hancur lantaran kena peluru.

Aksi tembak-menembak ini mengakibatkan 1 orang meninggal serta 2 orang lainnya luka-luka diduga terkena tembakan, namun belum dipastikan apakah dari senjata anggota atau warga.

“Saya tidak bisa mengelak bahwa ini akibat dari pada tembakan anggota Brimob, saya tidak bilang bahwa itu tidak. Tapi, saya tidak bilang bahwa itu iya. Kenapa? karena masyarakat juga melakukan penembakan terhadap kita dari depan dan belakang. Jadi tidak tahu yang bersangkutan, korban ini akibat dari pelurunya siapa?,” jelas Ohoirat.

Sulaiman Patty (38) tewas ditembak. Sementara duanya, Moktar Patty (luka tembak tangan sebelah kiri dan Asnawir Patty (32) mengalami luka sobek di kepala kiri diduga terkena pukulan popor senjata, sehingga mendapat 20 jahitan, dan saat ini mendapat perawatan intensif di Puskesmas Kairatu.

Dikatakan kalau memang masyarakat atau keluarga korban menghendaki, bisa melakukan otopsi terhadap korban, karena dari otopsi itu bisa diketahui jenis peluru yang bersarang di tubuh korban.

“Bisa diketahui peluru kira-kira kaliber berapa, dari situlah bisa diketahui asal dari senjata api, Tapi situasi sekarang ini tidak memungkinkan untuk kita melakukan itu otopsi,” jelasnya.

Ia menambahkan kalau saat ini situasi sudah kondusif dan pengamanan di Desa Lattu lebih ditingkatkan. ( Tribun Maluku)

Komentar