oleh

BASARNAS Berhasil Temukan Warga Bitung Hanyut di Perairan Loloda Malut

Kepala BASARNAS Ternate. M Arafa S.H Saat Introgasi, Dilan (33) Korban Hanyut Asal Sulawesi Utara di KM Pandudewanata di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate

TERNATE, Lintasmalut.net – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Ternate berhasil Evakuasi Seorang Warga Bitung Provinsi Sulaweai Utara (Sulut) yang hanyut bersama Rumpon di perairan Loloda Kabupaten Halmahera Utara (HALUT) Maluku Utara Sabtu Pukul 17.06 Wit dalam keadaan selamat, dan tiba di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Pukul 21.00 Wit dengan KN SAR Pandudewanata.

Kepala BASARNAS, Ternate M Arafa S.H kepada wartawan di Pelabuhan Ahmad Yani, memgatakan, pada Pukul 10.35 Wit pihaknya menerima informasi dari sala satu petugas BPBD Kabupaten Sitaro Provinsi Sulawesi Utara bapak Venjte, bahwa terjadi kondisi membahayakan  sebuah  Rumpon Hanyut di periran Loloda Kabupaten Halut Provinsi Malut, dengan jumlah pemrograman Beriorentasi Objek (POB) satu orang atas nama Dilan Kasaloda (33), ungkap M Arafa sabtu (29/12/2018)

Menurut M Arafa, Koordinat terakhir dari Rumpon tersebut berada di 02°01’59.00″ N-126°15’30.00 E. Pukul 10.45 WIT, personil Kantor SAR Ternate dengan jumlah 5 orang dan ABK. KN SAR 237 Pandudewanata berjumlah 11 orang dilengkapi alat medis serta peralatan evakuasi melaksanakan pergerakan menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) di perairan Loloda, untuk melakukan Ops SAR,” kata M Arafa.

“dari Pelabuhan Ahmad Yani menuju ke LKP 102, 32 Noltikel Mail (red) kami siapkan Rescue/SAR, ABK serta  peralatan dan pukul 10.45, KM SAR Pandudewanata menuju lokasi dan pukul 17.06 Wit. KM. SAR Pandudewanata berhasil menemukan Rumpon posisi terombang ambing, di koordinat 01°51,759′ N/ 126°41,291′ E Korban ditemukan dalam keadaan selamat,”jelas M Arafa

KN SAR Pandudewanata saat mengevakuasi Dilan (33) korban hanyut asal Sulawesi Utara diperairan Loloda tiba di Pelabuhan Ahmad Yani

Setelah itu Kata Kepala BASARNAS, Kasubsi operasi menghubungi Kantor SAR Ternate bahwa Korban telah dievakuasi ke KN SAR Pandudewanata dan menuju ke Pelabuban Ahmad Yani Ternate dengan perjalanan dari LKP menuju Pelabuhan Ahmad Yani kurang lebih 4 jam perjalan,” katanya.

Sementara itu, Korban Dilan Kasaloda, menceritakan, Kejadianya sejak jumat (28/12/2018) pukul 13.00 Wit di perairan Bitung Provinsi Sulawesi Utara, saat itu terjadi arus yang sangat kuat disertai gelombang tinggi berkisar 3-4 meter menghantam Rumpon dan akhirnya tali Rumpon putus sehingga hanyut, saya selalu cari komunikasi lewat radio/HT, serta melihat Kapal yang melintas diperairan tersebut untuk meminta pertolongan, namun tidak ada satu pun Kapal yang melintas,” cerita Dilan, dengan mata berkaca-kaca saat tiba di Pelabuhan Pelabuham Ahmad Yani Ternate Sabtu (29/12/2018)

Sambung Dilan, “ketika hanyut diantara perairan Sulawesi dan Malut, selama dua hari itu hanya makan ikan, kebutulan di Rumpon masih ada kompor dan minyak goreng jadi saya goreng ikan dan bakar saja,”ujarnya.

Menurut Dilan, kerja menjaga Rumpon yang dilakoni sudah 6 Tahun, namun Rumpon yang hanyut bersamanya itu milik PT.Galelia 02 baru dua bulan dirinya bekerja dan selam dua bulan berada dilaut “di PT Galelia 02 saya sudah dua bulan bekerja dan ini pertama kali saya dapat musibah,”ucap Dilan. (rdx)

Komentar