oleh

Basarnas Ternate Berhasil Evakuasi Tiga Warga Sanana Dengan Selamat

TERNATE – Basarnas Ternate berhasil mengevakuasi tiga orang warga Sanana yang dikabarkan terdampar di Laut Maluku, Pulau Mandioli, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kamis (22/8) kemarin dengan selamat.

Ketiga orang tersebut yakni Asis (35) dan Sarjan Mamole (34). Keduanya warga Desa Mangon dan Irfan Ipa warga Desa Waibau Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Kepala Basarnas Ternate M. Arafah mengatakan, pada hari Jum’at (23/8) tim SAR gabungan dari Basarnas, Ditpolair Polda Malut, team Rescue KPP Ternate dan RAPI melaksanakan pencarian pada pukul 08.15 WIT menuju ke LKP yang disampaikan oleh pihak rompong dan tepatnya pukul 15.35 WIT tim SAR berhasil menemukan korban yang dicari dengan selamat.

“Pada saat ditemukan berada di rompong dan kami berkoordinasi untuk melaksanakan evakuasi bersama-sama tim SAR gabungan, selanjutnya korban bersama Fiber 15 PK dievakuasi ke kapal KN SAR 237 Pandudewanata menuju ke pelabuhan Ahmad Yani Ternate,”katanya kepada awak media, Sabtu (24/8) pukul 01.35 WIT.

M. Arafah menjelaskan, ketiga korban saat melakukan pelayaran dari Ternate menuju Sanana dengan menggunakan satu unit Fiber 15 PK. Saat dalam perjalanan, mereka kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga terapung-apung sampai mendapat rompong kemudian meminta bantuan kepada penjaga rompong.

“Perahunya tidak mengalami kebocoran, mereka kehabisan BBM dan mereka terapung-apung pada saat melaksanakan pelayaran menuju ke Sanana, mereka mendapat satu rompong milik perusahaan terus mereka meminta bantuan kepada penjaga rompong yang berada di rompong,” jelasnya.

Dengan ditemukannya seluruh korban. Kata M. Arafah, maka operasi SAR ditutup dengan kesimpulan tiga korban ditemukan dalam keadaan selamat. “Seluruh unsur yg terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,”ujarnya.

Sementara itu, Sarjan Mamole salah satu korban mengaku, dalam perjalanan menuju Sanana. mereka tidak menggunakan Radar GPS dan hanya menggunakan Kompas, kemudian hanya berputar-putar di depan Pulau Mandioli sehingga kehabisan BBM.

“Dalam perjalanan menuju Sanana itu kami tidak menggunakan radar GPS cuma pakai Kompos, dan kami hanya berputar-putar disitu hingga BBM kami habis, kami juga tidak ada persiapan BBM,”akunya.

Satu unit (Fiber 15 PK/red) itu. Kata Sarjan, merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut untuk nelayan.

“Fiber itu bantuan dari DKP Provinsi untuk nelayan, jadi kami ke Ternate untuk mengabil dan mau bawa ke Sanana,” katanya.

Sarjan juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Basarnas dan anggotanya serta tim SAR yang tergabung karena sudah membantu menyelamatkan mereka.

“Saya dan teman-teman mengucapkan terima kasih kepada tim SAR karena sudah membantu kami,”ucapnya. (Alan)

Komentar