oleh

Bejat!!! Diiming-Imingi Uang 2000, Seorang Paman Nekat Cabuli Ponakannya Sendiri

-HUKRIM-37 views

TALIABU , Lintasmalut.net – Perbuatan yang tidak pantas dicontohi, seorang paman bernama La Hamiru (45) warga Desa Langganu nekat setubuhi ponakannya sendiri yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) berinsial R.

Informasi yang di himpun i-malut.com, awalnya korban mengeluhkan rasa sakit di kemaluannya kepada ibunya, lantas ibunya bertanya perihal sebab dari rasa sakit itu, dan R pun langsung menceritakan kepada ibunya. Setelah mendengar keterangan R, Ibunya pergi ke rumah pamannya dan memberitahukan kepada semua keluarga di sana, serta melaporkan perbuatan berjat tersebut ke Pos Satgas Lede, Kecamatan Lede, kemudian pelaku langsung diamankan petugas sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

Nursalam keluarga R, kepada i-malut.com, Minggu (11/11/2018) mengatakan, pihak keluarga sudah mendengarkan semua keterangan R (Korban Pencabulan). Dari pengakuan korban, kata Dia, pelaku La Hamiru saat itu mengajak korban ke kos-kosan di Desa Langganu, lalu mencabuli korban dengan diiming-iming uang tunai dua ribu rupiah, pada Jumat 2 November 2018 lalu. Kebetulan saat itu di kos-kosan sedang sepih, ketika semua orang bahkan istrinya pelaku pergi ke kebun untuk memetik cengkeh,

“Kami keluarga tidak terima baik ketika mendengar keterangan dari korban atas perbuatan bejatnya La Hamiru (Pelaku), kami meminta pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Taliabu Barat harus menghukum berat atas perbuatan pelaku,” tegasnya.

Lanjut dia, Korban pada Kamis (8/11/2018) mengeluh kesakitan pada kelaminnya, dan seketika mendengar keterangan dari korban, ibu korban histeris, dan langsung melaporkan ke Pos Satgas. Pelaku kemudian diamankan sebelum pihak keluarga lepas kendali, sebab sudah 2 kali pelaku melakukan perbuatan bejatnya terhadap ponakannya sendiri.

“Pada hari kamis itu langsung kami bawa pelaku ke Polsek taliabu Barat, di Bobong Ibu Kota Kabupaten Pulau Taliabu untuk di proses hukum bila perlu di hukum mati saja biar ada contoh kepada pelaku persetubuhan anak dibawah umur, ” ujarnya.

Kanit Reskrim Polres Persiapan Kabupaten Pulau Taliabu, Aiptu P. Lesimanuaya kepada i-malut.com, Minggu (11/11/2018) malam tadi membenarkan, bahwa ada laporan oleh warga Kecamatan Lede terkait pencabulan anak dibawah umur. Setelah mendengar laporan tersebut, langsung dibuatkan laporakn Polisi (LP) dan mengamankan pelaku di Sel Tahanan Polres Persiapan, agar menghindari dari amukan warga. Pelaku kemudian diintrogasi mengakui perbauatannya.

“Kami amankan pelaku diruang tahanan dan ditindak lanjuti. Pelaku sudah mengakui perbauatan bejatnya terhadap korban,” katanya

Menurut dia, perbauatan bejat pelaku itu sudah kurang lebih 7 hari lalu dan baru terbongkar ketika korban mengeluhkan rasa sakit pada kelaminnya. Atas perbuatannya, Pelaku kemudian dilaporkan Pos Satgas dan di teruskan ke Polsek. Sementara korban langsung dibawah ke RSUD Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu untuk di visum.

“Kami menunggu hasil visum dan kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban dan beberapa saksi serta pelaku untuk bahan penyelidikan,” ujarnya.

Pelaku, kata Dia, dikenakan pasal 81 tentang persetubuhan anak dibawah umur dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara.

Dikatakan, apabila sudah dilakukan pemeriksaan korban, saksi dan pelaku, maka pihaknya akan mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula.

Diketahui, kasus pencabulan anak di bawah umur, kini meningkat di Kabupaten Pulau Taliabu, kenapa tidak, dalam 1 bulan ini, sudah 3 kasus pencabulan anak di bawah yang terjadi di Kecamatan Lede, dan ketiga kasus pencabulan tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian. 2 kasus sebelumnya tinggal menunggu P-21 dan sidang.

Sumber : I-Malut

 

Komentar