oleh

Belasan Kades di Pulau Taliabu Bakal Dipecat

BOBONG – Bupati Pulau Taliabu, H. Aliong Mus, ST akhirnya mengeluarkan pernyataan tegas terhadap  15 orang kepala Desa yang turut serta menghadiri rapat bersama terkait pembahasan IUPHHK-HA dan AMDAL  pada salah hotel di Kota Ternate belum lama ini. Pasalnya, belasan Kepala Desa asal Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara diancam dipecat karena diketahui tidak mengantongi ijin resmi dari Pemerintah Daerah.

Dikatakan, proses pemecatan terhadap 15 orang Kepala Desa tersebut sementara menunggu kedatangan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Pulau Taliabu, Moh. Amrul Badal, SH  kembali, karena  yang bersangkutan masih berdinas di luar daerah.

“Dalam waktu ini, saya akan memecat 15 Kepala Desa , mungkin setelah pak amrul pulang dari luar daerah,” kata Bupati, H. Aliong Mus, ST  saat  rapat koordinasi dengan Kepala Sekolah, Kepala Desa Se-Pulau Taliabu, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pulau Taliabu di Gedung Hemungsia Siadufu, sabtu (22/06/2019).

Terkait langkah itu, Aliong mempersilahkan sejumlah kades yang masuk dalam daftar pemecatan untuk dapat menempuh jalur hukum jika pada saat pemecatan nanti tidak diterima dengan lapang dada.

“Jika tidak senang, di Taliabu ada Pengadilan Negeri,”  ucapnya.

Dijelaskan, porsi para Kepala Desa diyakini saat mengelola anggaran di Desa sudah pasti tersedia, sehingga tidak perlu melakukan hal-hal yang bersifat dapat merugikan masyarakat atau menguntungkan diri sendiri.

“Selama ini saya sudah cukup baik dengan kalian, bahkan yang namanya menggunakan anggaran,  sudah pasti ada ruang di situ,” Jelasnya.

Sementara itu, sebanyak 4 orang camat yang turut serta mengikuti kegiatan tersebut sudah dinonjob beberapa waktu lalu.

“Camat sudah saya nonjobkan dan kepala desa yang terlibat  siap -siap saya pecat, ingat SK Kepala Desa yang kalian miliki adalah tanda tangan saya, dan bukan meraka yang undang kalian ke Ternate,” ancamnya.

Sebelumnya, Bupati telah melarang seluruh pihak untuk ikut serta dalam pembahasan tersebut. Namun, diiming-imingi uang sejumlah camat dan kepala Desa secara diam-diam mengikuti rapat tanpa ada ijin resmi dari pemerintah Daerah.

“Kurang ajar kalian semua, padahal  saya  sudah larang jangan pergi tetapi kalian ( camat dan Kades, red ) mau saja pergi, untuk itu resiko kalian tanggung sendri”, kecamnya.

“Selama ini para kepala desa telah mengelola anggaran sebesar 1,3 M lebih, namun hal itu tidak ada rasa puas, malah memilih  ke Ternate sebagai bukti dengan adanya iming – imingan uang sebesar 10 juta saja, sangat tega kalian  ikut dalam pembahasan Amdal dengan pihak PT  TGM  yang berusaha menguasai hutan Kabupaten Pulau Taliabu,” kesalnya.

Berikut nama-nama Kepala Desa yang akan dipecat oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu;

  1. Kepala Desa Sofan,  Hanok Rehendra Yaoe
  2. Kepala Desa Loseng, Harnono La Yai
  3. Kepala Desa Kawadang, Jhoni Tani
  4. Kepala Desa Mantarara, Steven Pello
  5. Kepala Desa Tabona,  La Haruli
  6. Kepala Desa Habunuha, Jardin, S.Pd
  7. Kepala Desa Wolio,  Abd Majid
  8. Kepala Desa Kabuno, Hud Pauwah
  9. Kepala Desa Pencado, Timotius  Rette
  10. Kepala Desa Maluli, La Safi
  11. Kepala Desa Buambono, Penis Bantu
  12. Kepala Desa Mananga, Hasrul Gailea
  13. Kepala Desa Tanjung Una, Hanafi
  14. Kepala Desa Air Kalimat, La Usaha
  15. Kepala Desa London, Burhanudin Dagasou. (As)

Komentar