oleh

BNNP Malut Bongkar Narkoba Jaringan Antar Lapas

-HUKRIM-92 views

TERNATE, – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara kembali mengungkap penyalahgunaan narkotika jenis sabu siap pakai jaringan antar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ternate dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Pengungkapan itu bermula pada saat petugas mendapat informasi bahwa adanya pengiriman paket yang diduga berisi narkoba jenis sabu.

Setelah mendapatkan informasi tersebut petugas BNNP kemudian melakukan penyelidikan terhadap paket yang dikirim atas suruhan salah satu penghuni Lapas Makassar.

Dari hasil penyelusuran petugas BNNP dapat mengamankan tersangka insial J alias Deni (34). Kemudian dikembangkan dan ditemukan tersangka M alias Ulis (33) yang juga merupakan Narapidana Narkoba Lapas kelas IIA Ternate.

Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan mengatakan, paket yang dikirm ke Ternate itu ditujukan ke salah satu penghuni Lapas Ternate, yakni M alias Ulis. Berdasarkan informasi dari jasa pengiriman, diketahui paket yang diduga narkotika telah diantar oleh kurir ke rumah adik Ulis di Kelurahan Akehuda, Kota Ternate dan dikendalikan oleh narapidana Ulis.

“Jadi Ulis yang mengendalikan narkoba tersebut dari Lapas, kemudian menghubungi temannya Deni untuk mengambil paket di rumah adiknya. Sekira pukul 15.28 WIT, saat tersangka Deni mengambil barang itu, petugas pun langsung mengamankan,” katanya saat konferensi pers, Jumat (19/21).

Setelah diamankan Deni, petugas menemukan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu sebanyak 125 sachet dengan berat 108,12 gram atau 1 ons 8 gram.

Selain itu. Kata Roy, petugas juga mengamankan satu buah handpone (HP) jenis dan 4 oli padat gemu atau stempet. Sedangkan modus yang digunakan tersangka paket tersebut dibungkus dengan empat kaleng oli padat atau gemu.

Dari pengungkapan itu. Lanjut Roy, pihaknya terus melakukan pengembangan dan menangkap tersangka Ulis yang saat itu berada di Lapas kelas IIA Ternate sekira pukul 22.00 WIT.

Sementara keterlibatan napi di Lapas Makassar, saat ini BNNP Malut masih upaya melakukan pengembangan dan koordinasi terhadap pihak Lapas Makassar.

Atas perbuatannya, kedua tersangka itu dijerat pidana dalam pasal 112 ayat (1), 114 ayat (1) dan pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun sampai seumur hidup, serta denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 10 miliar. (Red)

Komentar