oleh

Bom Ikan, 6 Warga Halsel Ditangkap Dit Polairud

-HUKRIM-188 views

TERNATE – Direktorat Reserse Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Malut berhasil melakukan penangkapan terhadap 6 orang terduga pelaku Destructive Fishing menggunakan bahan peledak bom di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Keenam terduga dari empat orang yang ditangkap yakni Ifan, Haslim, Ahmad Nesi dan Sarman La Ucu merupakan warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Batang, Kabupaten Halsel serta dua diantaranya Lutfi Yusuf alias Dodi (30) warga Desa Amasing Kota dan Safrudin warga Desa Kubung.

Barang bukti yang diamankan longboat 2 unit, Mesin 40 PK 2 buah, 2 buah kompresor, Bom sebanyak 9 botol, Kolbox delta 6 buah dan ikan 150 kg.

Kabidhumas Polda Malut AKBP Yudi Yumantoro mengungkapkan, berawal dari informasi masyarakat Rabu (23/10) Kepala Dusun Paramasan Halsel Basri lewat Hp menerangkan sekitar pukul 08.00 WIT sebuah longboat melakukan bom ikan di sekitar perairan Paramasan serta 3 longboat sering beraktivitas di daerah tersebut.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Kamis (24/10) pukul 07.00 WIT, personil Dit Polairud Polda Malut Marnit Bacan dan personil KP XXX-2003 melaksanakan patroli gabungan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tanjung Paramasan,”katanya saat konferensi pers di ruang Bid Humas, Selasa (29/10).

Yudi menyebut, sekitar pukul 08.20 WIT, di perairan Tanjung Gorango, personil melihat longboat yang mencurigakan kemudian dilakukan pengejaran dan penangkapan serta berhasil mengamankan longboat yang terdapat 2 orang terduga pelaku bom ikan.

“Pukul 09.25 WIT personil kembali menangkap 1 unit longboat dengan 4 orang terduga pelaku bom ikan, dalam proses penangkapan terduga membuang tas yang diduga bom kelaut sehingga personil melakukan pencarian/menyelam dengan kedalaman 10 meter dan berhasil menemukan barang bukti bom,” ungkapnya.

“Terduga pelaku di sangkakan pasal 1 ayat (1) UU darurat RI No 12 tahun 1951 tentang mengubah ORDONNANTIETIJDELIJKE BIJZONDERE STRAFBEPALINGEN (STBL. 1948 No 17) dan UU RI dahulu No 8 tahun 1948 dan pasal 84 ayat (1) UU No 31 tahun 2014 tentang perikanan yang telah diperbaharui oleh UU No 45 tahun 2009 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” tambahnya. (Alan)

Komentar