oleh

Bupati Bahrain Bantah “Bohongi” Penambang Soal Penutupan Tambang

LABUHA – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba bantah bohongi penambang soal penutupan tambang emas di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat.

Bahrain menilai, pemberitaan yang menyedut dirinya membohongi rakyat itu tidak benar dan ingin menghancurkan nama baiknya. Menurutnya, Pemda Halsel melakukan penutupan tambang tersebut karena telah melanggar Undang-undang.

“Sangat bertentangan dengan Undang-undang bilamana saya selaku kepala daerah membiarkan masyarakat melakukan aktifitas tambang illegal dan kemudian hari bermasalah dengan hukum,” katanya ketika dikonfirmasi, Jumat (15/4/2020).

Ia juga menyangkan terkait peberitaan yang sangat politisasi, karena keakuratan berita tidaklah benar. “Memangnya saya bohongi masayarkat apa, apakah harus saya korbankan diri saya sebagai Bupati yang kemudian melegalkan barang yang benar-benar ilegal,” cetusnya.

Orang nomor satu di Halsel itu menjelaskan, langka yang diambil Pemda sangat tepat, karena tambang di Desa Kusubibi telah menabrak Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

“Apa bila saya terus membiarkan, maka saya akan jadi masalah kalau kemudian hari ada masalah dengan hukum, jadi langka saya selaku Bupati sangat tepat untuk menutup sementara tambang tersebut,” tandasnya.

Politisi PKPI Halsel itu juga menyebut, tambang di Desa Kususbibi benar ilegal dan memiliki resiko tinggi, sehinga sudah ada yang korban meninggal dunia.

“Saya tutup karena sudah ada korban meninggal dari reruntuhan dalam lubang saat masuk menambang, ini harus diistiarkan, kemudian juga resiko dan bahaya terdampak Covid-19 di area tambang karena maraknya orang luar masuk,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penutupan sementara tambang tersebut sangat tepat. Namun, setelah menutupan dan bencana non alam ini hilang, maka Pemda akan membantu untuk melakukan proses perizinan melalui Pemerintah Provinsi.

“Insya Allah, kami dari Pemda Halsel akan mefasilitasi masyarakat penambang di Desa Kusubibi agar bisa segera diterbitkan izin untuk tambang yang legal, sehingga masyarakat bisa menambang dengan baik dan teratur, kami tidak akan tutup begitu saja akan tetapi ada solusi yang terbaiik bagi masyarakat Halsel,” pungkasnya. (Red)

Komentar