oleh

Bupati Danny: Field Trip Mahasiswa Perikanan Unkhair di Desa Tuada Sangat Tepat

JAILOLO – Bupati Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Danny Missy menerima kedatangan dan bertatap muka dengan 140 mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate di Kantor Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Rabu (23/10).

Kedatangan mahasiswa di Desa Tuada dalam rangka kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir menuju Desa wisata berwawasan lingkungan tersebut sangat erat dengan program Pemda Halbar, karena di Halbar memiliki tiga program unggulan yang saat ini dikembangkan yakni Perikanan, Pariwisata dan Pertanian.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan, pihak Unkhair telah melakukan penandatangan Momerendum Of Understanding (MoU) dengan Pemdes Tuada untuk mengarahkan bagaimana memberdayakan masyarakat di (Desa Tuada/red) dengan fasilitator dari fakultas perikanan khususnya program studi manajemen sumbardaya perairan.

“Kami akan memulai dengan mengedentifikasi kebutauhan-kebutuhan apa yang dibutuhkan dan apa keinginan masyarakat desa untuk meningkatkan status desa, kerena kami tahu ada beberapa desa di halbar masih dibawa berkembang dan kami ingin desa tuada sebagai desa binaan kami termuat dalam MoU agar setiap periode itu naik dari berkembang sampai mandiri, karena esensi dari sumberdaya adalah bagaimana membuat desa itu menjadi mandiri dan masyatakatnya sabagai pelaku bukan sebagai objek,” katanya.

Ia juga menyebut, kegiatan tahun ini dihadiri satu program studi sabanyak 140 mahasiswa dan dosen sekitar 20 orang.

“Dari pihak kampus menympaikan terima kasih kepada Bupati Danny yang telah meluangkan waktu untuk hadir bertatap muka secara langsung dengan mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Danny Missy mengatakan, karya wisata dalam rangka mengembangkan perikanan dan kelautan memberdaya masyarakat sangat tepat, kerena di Desa Tuada sendiri dijadikan kawasan yang di khususkan industri perikanan dan juga kawasan wisata.

“Program dari kami adalah bagaimana mengembangkan sektor perikanan, pertanian dan pariwisata, ketika bicara perikanan, perikanan berbasis wisata, ketika bicara partanian, pertanian berbasis wisata,” ungkapnya.

Bupati mengaku, di setiap kesempatan dirinya selalu menyampaikan bagaiman agar bisa menciptakan inovasi program berkaitan dengan satu dan yang lain dalam rangka pemberdaya masyarakat.

“Kalau kita berbicara perikanan di desa tuada berkaitan dengan parawisata itu sangat jelas, saya ingin mengembangkan bagaimana industri di desa tuada berjalan dengan baik agar orang melihat industri sambil berwisata,” ujarnya.

Ketua HKTI Malut ini menambahkan, dari sektor ekonomi di Halbar penghasilan terbesar adalah dari perikanan dan pertanian, dengan kegiatan Field Trip atau karya wisata ini sangant menarik, karena dapat memberikan pemahaman kepada mereka tentang pemberdayaan masyarakat pesisir menuju desa wisata yang berwawasan lingkungan.

“Saya berharap disamping pemberdayaan ada pelajaran juga bagaiman mahasiswa, setelah ini berpikir bagaiman bisa mengembangkan perikanan dan parawisata itu sendiri,” harapnya.

“Untuk desa tuada sendiri harus berpikir bagaiman terintegrasi antara perikanan dan parawisata, jadi sangat tepat sekali untuk Feild Trip di desa tuada,” sambungnya. (BAF)

Komentar