oleh

BWS Malut Usulkan Proyek Bendungan Wairoro Rp 1,5 Triliun

TERNATE, – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR mengusulkan proyek pembangunan Bendungan di Wairoro, Kabupaten Halmahera Tengah sebesar Rp 1,5 triliun.

Kabalai BWS Malut, Bebi Hendrawibawa mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan proyek pembangunan Bendungan tersebut dan tinggal menunggu sidang sertifikasi.

“Sudah di usalkan, malah uang larapnya sudah turun kurang lebih Rp 1,5 miliar, saya pengennya di 2021 ini tergantung nanti, tapi ada syarat lelang, syarat mengucurkan dana harus ada sertifikasi desain dulu,” katanya, Selasa (12/1/2021).

Ia menyebut, terkait peninjaun gempa sudah dilakukan karena di daerah Malut khusunya Halteng rawan gempa. Namun bukan soal gempa lalu tidak dibangun, tapi dengan tingkat gempa yang tinggi dan rawan Bendungan itu dikontrol dengan stukturnya.

“Jadi bukan karena gegempaan lalu tidak dibangun, nanti kalau sidang sertifikasinya keluar baru dikucurkan anggaran, tapi kalau selama sertifikasinya belum clear oleh Balai Bendungan kita tidak bisa usulkan,” ungkapnya.

“Tapi saya punya keyakinan karena yang desain itu professional semua terus gegempaan itu termasuk kategori tidak ekstrim, jadi tinggal menunggu sidang sertifikasi untuk desainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatker PJSA BWS Malut Mustafa menuturkan, proyek pembangunan Bendungan merupakan proyek terbesar yang pertama kali akan dibangun di Maluku Utara dengan luasan genangan sekitar 587 hektar.

“Kami berharap agar pembangunan Bendungan Wairoro itu segera di setujui Pak Menteri, surat Pak Gubernur sudah di kirim. Kami sangat antusias untuk menggolkan program ini dan kami juga sudah menyampaikan ke Pak Bupati Halteng dan Walikota Tidore untuk membantu kami,” tuturnya.

“Mudah-mudahan dengan melihat kondisi karena seluruh genangan dan bangunan yang ada di Wairoro itu adalah kawasan hutan, kami sudah proses untuk mendapat ijin pinjam pakai di Menteri Kehutanan dan itu sudah berproses, cuma belum diterusakan ke Pak Menteri Kehutanan karena sertifikasi Bendungan yang merupakan persyaratan utama itu belum keluar, kita usahakan suapaya gol,” pungkasnya. (Alan)

Komentar