oleh

Dapat Bantuan dari BNI, Pemkot Tikep Bakal Salurkan 100 Paket Sembako

TIDORE – Gugus tugas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan mendapat bantuan paket sembako program berkah Ramadhan untuk Indonesia tahun 2020 dari PT Bank Negara Indonesia (BNI) kantor Cabang Pembantu (Capem) Soasio, Senin (4/5/2020).

Sembako tersebut diserahkan oleh pimpinan BNI kantor Capem Tidore, Emmy Handayani Arif kepada Walikota Capt. H. Ali Ibrahim didampingi Wakil Walikota Muhammad Senin dan Sekda Asrul Sani Soleiman di Posko Covid-19.

Sebanyak 100 paket sembako yang diserahkan kepada Pemkot kemudian disalurkan diantaranya, beras 5 kg, gula 1 kg dan minyak 1 liter yang dikemas dalam satu paket. Jumlah total keseluruhan sebesar Rp 10.700.000.

Emmy mengatakan, pihaknya ingin membantu masyarakat yang mengalami dampak langsung akibat pandemi virus corona di wilayah Tikep di tengah bulan suci Ramadhan 1441 H atau 2020 M.

“Kami berharap agar setiap bantuan itu dapat terkoordinasi dengan baik sehinga sampai kepada yang berhak menerima, maka kami dari bank BNI menyerahkan ke Pemerintah Kota melalui tim gugus tugas Covid-19 untuk dapat menyalurkannya,” katanya.

Paket Sembako program berkah Ramadhan untuk Indonesia tahun 2020 dari BNI tersebut. Lanjut Emmy, diharapkan dapat membantu masyarakat yang sangat membutuhkan.

Sementara itu, Walikota Capt. Ali Ibrahim yang juga selaku ketua gugus tugas Covid-19 di sela-sela penyerahan menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada keluarga besar PT. BNI yang telah ikut berbagi untuk saling membantu meringankan sekaligus memenuhi kebutuhan para penerima bantuan akibat wabah virus corona di Tikep.

“Atas nama pemerintah kota, saya menyampaikan terima kasih atas bantuan ini, semoga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemic virus corona yang sedang menjalani ibadah puasa,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Tikep ini meminta kepada tim gugus tugas Covid-19 untuk segera menyalurkan bantuan dari BNI kantor Capem Soasio tersebut kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Termasuk kepada warga dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 bersama keluarganya yang sementara ini sedang menjalani karantina maupun isolasi mandiri di rumah masing-masing maupun warga yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” pintanya. (Anty)

Komentar