oleh

Demo Sejumlah Proyek Yang Diduga Fiktif, Rizal Marsaoly: Itu Demo Orderan

TERNATE – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jejak Timur Maluku Utara (Malut) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Ternate Kamis, (29/8).

Kedatangan massa aksi untuk mendesak Walikota Ternate Burhan Abdurahman agar segera mengevaluasi Kadis Perkim dan Kadisperindag Kota Ternate, karena diduga korupsi atas sejumlah proyek.

“Dugaan korupsi di lingkup Desperkim Kota Ternate terkait alokasi anggaran pembahasan lahan fiktif di kelurahan jikomalamo, pembahasan lahan tersebut diduga bermasalah karena itu lahan sengketa. Namun, Disperkim menganggarkan anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan pasar Tradisional,” teriak Korlap Muhammad Adam dalam orasinya.

Amad sapaan akrab Muhammad Adam juga menyebut, dugaan bermasalah tata kelola pembangunan Rusunawa di Kelurahan Gamalama dalam penempatan pedagang dianggap tak sesuai Perda Kota Ternate.

“Dugaan bermasalah pembangunan pasar Tradisional Jikomalamo yang dipindahkan ke Kelurahan Takome itu dianggap dua kali penganggaran dari tahun 2017 hingga 2019 oleh Disperindag Kota Ternate,” ujarnya.

Setelah menggelar aksi didepan Kantor Walikota, masa kemudian melanjutkan aksi di Kantor Kejari Terntate.

Mereka mendesak Kejari Terntate untuk segera memanggil dan memeriksa kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Rizal Marsaoly dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Nuryadi Rachman atas dugaan sejumlah proyek yang bermasalah.

“Jika tuntutan kami tidak di akomodir, kami akan mengalang masa lebih besar untuk memboikot aktivitas Pemkot Ternate,” tegasnya.

Terpisah, Kadis Perkim Rizal Marsolay membantah, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa yang menyatakan proyek fiktif itu tidak benar.

“Yang meraka demo itu tidak benar dan itu demo orderan, Disperkim memiliki peran besar untuk merubah wajah kota Ternate ini, jadi yang meraka sampaikan saat demo semuanya tidak benar, “cetusnya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp

Hingga berita ini di publish, Kadis Perindag Nuryadin Rachman, belum bisa dimintai keterangan. Bahkan mencoba konfirmasi via WhatsApp dan telepon juga tidak direspon. (Alan)

Komentar