oleh

Demo Terkait Harga Kopra, Masa Aksi Dibubarkan Paksa

-EKONOMI-81 views

TERNATE, Lintasmalut.net – Aksi demonstrasi mengatas namakan OKP Cepayung  yang tergabung dalam OKP se-Maluku Utara, didepan Rumah Dinas Gubernur Malut di jalan Kapitan Patimura Kelurahan Kalumpang Ternate Tengah Kota Ternate Maluku Utara, kamis (29/11/2018) dibubarkan paksa aparat kepolisian, menggunakan water cenon dan tembakan gas air mata.

Aksi yang berlangsung sejak  pukul 10:30WIT,  pagi itu berlangsung damai hingga pada Pukul 15:45, WIT. massa aksi meminta agar Gubernur Malut hadir ditengah-tengah massa aksi untuk memenuhi aspirasi yang disampaikan OKP Cepayung.

Dalam tuntunya massa aksi menuntut kepada Pemerintah Provinsi Malut agar menaikan harga kopra sebesar Rp.8.000 ribu/kilo gram serta meminta kepada Pemerintah agar segera mencabut izin Perusahan Kelapa sawit yang beroperasi di Gane Barat Halmahera Selatan, dan mendesak Pemerintah Provinsi Malut agar memberikan modal kepada BUMD untuk mengelolah dibidang pembeli kopra,  yang dituangkan dalam dokumen memorandum of understanding (MoU) untuk ditandatangani Gubernur.

Namun saat kehadiran Gubernur Abdul Gani Kasuba, ditengah-tengah massa aksi, untuk menyampaikan dengar pendapat, saat kehadiran Gubernur massa meminta Gubernur menandatangani MoU, akan tetapi ditolak Dokumen Nota kesepahaman yang dibuat OKP Cepayung, yang berisi pernyataan sikap yang dituangkan dalam dokumen MoU tersebut.

Akhirnya suasana aksi mulai memanas, Sehingga Gubernur digiring Keluar dari massa aksi oleh aparat Kepolisian,  atas penolakan ini, massa mulai mengamuk dan terjadi saling lemparan batu dengan polisi saat mengawal aksi, sehingga dibubarkan paka aparat Kepolisian.

“Setelah Gubernur Hadir untuk menyampaikan dengar pendapat dengan massa namun setelah Gubernur turun tiba-tiba ada lemparan batu dari arah massa kepada petugas, otomatis dengan kejadian ini kami melakukan tindakan Tegas menggunakan water canon dan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa agar tidak lagi melakukan tindakan-tindakan anarkis,”ujar Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda kepada sejumlah wartawan.

Atas tembakan gas air mata yang dilakukan aparat Kepolisian di lingkungan Kelurahan Kalumpang, Kapolres Ternate meminta maaf kepada seluruh warga setempat.

“Saya mohon maaf kepada warga Kelurahan Kalumpang dan sekitarnya karena dampak dari tembakan gas air mata dapat mengganggu kenyamanan warga karena ada yang terkena gas air mata, sekali lagi saya atas nama Kepala kepolisian resort Polres Ternate meminta maaf sedalam dalamnya atas dampak gas air mata,” permintaan maaf Kapolres  AKBP Azhari Juanda. (mtg)

Komentar