oleh

Desakan Hukuman Mati Pembunuh Kiki Kumala Terus Disuarakan

-HUKRIM-63 views
Massa aksi dengan foto almarhumah Kiki Kumala saat lakukan aksi di depan Polda Malut (Foto:Alan/lintasmalut.co.id)

TERNATE – Puluhan masa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kiki Kumala melakukan aksi demonstrasi di depan Polda Maluku Utara (Malut), Senin (29/7/2019).

Dalam aksi tersebut massa mendesak pihak kepolisian agar menjatuhkan hukuman mati terhadap Irwan Tutuwarima alias Ronal (35), warga Desa Dum-dum, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tersangka pembunuh.

Koordinator aksi, Maruf Madjid mengatakan, aksi ini bertujuan untuk meminta Polisi terbuka dalam menangani kasus tersebut.

“Harus ada keterbukaan, jangan ditutup-tutupi. Kepolisian harus mengumpulkan semua bukti-bukti sehingga ada kejelasan. Jangan sampai merasa lelah dan langsung dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Ia juga meminta agar Polda Malut bisa berkoordinasi atau mendesak penyidik Polres Tidore Kepulauan untuk bekerja sebaik mungkin. Tuntutan hukuman mati bagi Ronal itu adalah hukuman paling setimpal.

“Perbuatannya sangat tidak manusiawi. Pertama, ia merampok, kemudian memerkosa, lalu membunuh. Terlebih pelaku sudah pernah dijerat hukuman dengan kasus pemerkosaan. Jadi tidak ada efek jera. Makanya kami menuntut hukuman mati, agar tidak ada lagi Kiki-Kiki lainnya,”tegasnya.

Massa aksi

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Krimum) Polda Malut, AKBP Agus Yulianto saat hearing terbuka mengatakan, sudah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) untuk penanganan kasus Kiki Kumala. Saat ini sedang menunggu hasil tes DNA yang dilakukan di Jakarta. Diprediksi berkas kasus tersebut bakalan rampung pada minggu depan.

“Insya Allah kalau tes DNA sudah rampung, akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi,”kata Agus di hadapan massa aksi.

Terkait hukuman mati. Sambung Agus, yang jelas salah satu pasal yang digunakan adalah pembunuhan berencana. “Ganjarannya bisa hukuman mati atau penjara seumur hidup,” ujarnya.

Agus juga mengaku telah melaporkan secara rutin perkembangan perkara ini kepada keluarga korban.

Usai melakukan aksi di Polda Malut, massa kemudian berpindah ke kantor Kejati Malut. (Alan)

Komentar