oleh

Dialog Kebangsaan, Mengangkat Peran Pemerintah Membangun Jalur Transportasi

TERNATE, Lintasmalut.net – Kementrian Perhubungan Ditjen Perhubungan Darat dan Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah XXIV Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Dialog Kebangsaan dengan Tema “Kebijakan Pemerintah di Wilayah Terpencil, Terdepan” Sabtu (15/12/2018) Pukul 9:00 WIT bertempat di Bellroom Royal Resto Ternate Kecamatan Ternate Tengah Kota Ternate Provinsi Maluku Utara.

Turut hadir dalam Dialog, Dirjen Perhubungan Darat, Drs. Budi Setiyadi, S,H, M,Si, Dirjen PPMD Kemendes PDTT, Taufik Madjid, S.Sos, MSi, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, dan Pengamat Transportasi Nasional, Joko Setijowarno. Melaksanakan Dialok Kebangsaan (Seminar Nasional), dan Penyerahan lanjutkan Bus Sekolah “

Dialog Kebangsaan ini dalam rangka sinergitas peranan Pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat dengan jalur transportasi yang terjangkau, sekaligus menyerahan Bus Sekolah secara simbolik kepada Bupati Pulau Morotai Beny Laos, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate. Tamrin Alwi.

Ditjen Perhubungan Darat, Mohamad Risal Wasal, kepada sejumla awak Media usai Dialog Kebangsaan mengatakan. Dialog Kebangsaan ini pertama menunjukan bahwa Pemerintah adil dalam pembangunan masyarakat,”ujar Mohamad Risal Wasal, di Royal Resto Ternate.

Menurutnya, dalam kehadirannya pada Dialog Kebangsaan itu banyak hal yang didapat yang selama ini tidak dilakukan Kepala Daerah, hanya Bupati Pulau Morotai, Beny Laos sebagai contoh seorang pemimpin.

“Kehadiran kita banyak mendapat pelajaran dari Bupati Pulau Morotai Beny Laos, langka-langka Bupati Beny laos menunjukan bahwa kita bisa berubah, meski kita tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebab hanya Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa melakukan terobosa-terobosan baru dalam pembangunan Wilayah Kabupaten Pulau Morotai,”kata Mohamad Risal.

Mohamad Risal juga mengatakan, ini sangat luar biasa menurut kami dan akan menjadi pegangan kami sebagai contoh, bahwa kita bisa berubah untuk lebih maju serta menjalankan suatu pemerintahan yang lebih bersih, jujur dan tidak ada lagi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) itu tidak ada lagi yang sudah dibuktikan oleh Bupati Pulau Morotai.

Karena seorang Bupati, kata Mohamad Risal, berani mengambil kebijakan memangkas Sejumlah anggaran yang tidak menguntungkan Masyarakat, serta memangkas penggunaan APBD yang dinilai merugikan keuangan Daerah, dan dialihkan untuk kepentingan masyarakatnya, serta menggartisakan mulai dari pendidika, kesehatan pemasangan air bersih dan itu sangat luar biasa,”pujian kepada Beny Laos.

“Saya sebagai perwakilan dari Pusat merasa bangga dan terharu atas tindangkan yang dilakukan Bupati Pulau Mototai, Beny Laos,”ujarnya.

Lanjut Mohamad Risal, dalam pertemuan ini kami menyampaikan kepada para Ulama, Umarah dan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemudah, bahwa apa yang telah dilakukan Pemerintah untuk kedepan mewujudkan Negara NKRI yang utuh dan maju.

Dikatakanya, Sebagai Kabupaten yang terpencil dan terdepan di wilayah perbatasan Maluku Utara bisa lebih maju kedepan, dari sisi transportasi sebagai tulang punggung dari pembangunan yang kita wujudkan,

“Jadi transportasi di Malut ini, aman, nyaman, cepat itu yang akan kita wujudkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, serta Kita akan perbaiki sarana dan prasarana Pelabuhan, serta kita menabahkan frekuansi pelayanan angkutan darat dan laut di Provinsi Maluku Utara,”papar Mohamad Risal.(rdx)

Komentar