oleh

Diduga Proyek Fiktif, Junaidi Umar Sebut Opini Sampah

HALSEL, – Proyek pekerjaan pembangunan jembatan penghubung Mandaong dan Kampong Makian milik Dinas PUPR Maluku Utara di Desa Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan diduga fiktif.

Proyek tersebut di tenderkan pada tahun 2020 dengan usulan sebesar Rp. 800.000.000.00.- dan teralisasi sesuai HPS paket senilai Rp. 799.999.9992.66.- sumber Anggaran Pendapadan Belanja Daerah (APBD).

“Proyek ini dikerjakan bersamaan dengan proyek pembangunan Normalisai Sungai Inggoi Amasing Kota, Kecamatan Bacan yang dikerjakan oleh CV. Zaki Karya dengan nilai HPS paket Rp. 1.360.000.000.00.-,” kata sumber yang enggan menyebutkan namanya kepada lintasmalut.co.id, Jumat (02/4/2021).

“Di Amasing Kali dorang (mereka) kerja, cuma proyek jembatan penghubung itu tidak dikerjakan, sementara sudah selesai tender,” tambahnya.

Dok. LPSE Malut

Sementara itu, Kadis PUPR Malut Santrani Abusama saat dikonfimasi via pesan Messenger enggan berkomentar.

Anehnya, Junaidi Umar malah menanggapi konfirmasi tersebut dan memberikan klarifikasi serta menyebut sudah ada hasil audit dari Inspektorat. Bahkan ia mengaku sebagai Pengacara PUPR Malut.

“Salam, sy pak junaidi pengacara PUPR malut, dapt info terkait jembatan mandaoang ya, sy klafikasi pekerjaan jembatan mandaong,” katanya via pesan messenger tampa di edit, Kamis (01/4/2021).

“jembatan mandaong dg nilai kontrak Rp.779.353.000, di kerjana oleh CV. Nabiel Pratama sudah di kerjakan 100 persen dgn pekrjaan bangunan bawah yaitu abudment saja, dan hasil audit inspektorat sudah ada,” katanya lagi.

Selain memberikan kladifikasi. Ia juga mengatakan opini sampah. “spya tidak menjadi opini sampah, yg di maksud tidak di kerjaaka itu pada bagian supaya opini sampah tidak merugikan byk pihak,sy minta data datanya ..makasih,” tambahnya. (Alan)

Komentar