oleh

Digugat Masalah Lahan, Pemkab Halsel “Sibuk” Siapkan Dokumen dan Alat Bukti

Kantor Bupati Halmahera Selatan

LABUHA- Kendati Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) saat ini konsentrasi membantu warga nya karena baru-baru saja diguncang gempabumi berkekuatan 7,2 magnitudo. Namun, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga diperhadapkan dengan masalah Hukum di Pengadilan Negeri (PN) Labuha karena digugat sejumlah warga.

Informasi yang dihimpun wartawan media ini dari sejumlah sumber menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) digugat terkait lahan disejumlah titik yakni, Lahan Pemda yang dihibahkan ke Bandara Oesman Sadik Labuha senilai Rp. 300 juta, akses jalan disamping pasar ikan lama dibangun tahun 2006 digugat dengan nilai Rp. 1 Milyar lebih dan masih ada lahan yang lain.

Kabag Hukum Pemda Halsel, Ilham Abubakar ketika dikonfirmasi wartawan media ini terkait informasi tersebut, dia membenarkan bahwa saat ini ada sekitar lima orang warga Halmahera Selatan menggugat Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terkiat lahan dan sementara proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Labuha.

“Iya kita (Pemda) digugat soal lahan Bandara yang Pemda Halsel hibahkan, lahan diswering dan masih ada sejumlah lahan lagi. Tetapi, sekarang masih upaya mediasi makanya kita diminta untuk menyiapkan bukti-bukti agar pada saat sidang kita bisa sampaikan, “ujar Ilham

Ditambahkan, pihaknya sudah mencari sejumlah bukti untuk disampaikan dalam sidang. “Kalau pemohon tidak mampu hadirkan bukti dalam upaya madiasi maka kita (Pemkab) yang akan menang dalam gugatan tersebut. Jadi, kita sudah siapkan semua bukti, “kata Ilham(van)

Komentar