oleh

Diguncang 37 Kali, Warga Halsel Mengungsi ke Gunung

LABUHA – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel)  sore tadi diguncang Gempa Mag:7.2, 14-Jul-19 16:10:51 WIB, Lok:0.59 LS,128.06 BT (62 km TimurLaut LABUHA-MALUT), Kedlmn:10 Km,  tidak berpotensi Tsunami.

Kemudian, Gempa Mag:5.2, 14-Jul-19 16:28:40 WIB, Lok:0.75 LS,128.18 BT (76 km Tenggara LABUHA-MALUT), Kedlmn:10 Km (BMKG) disusul Gempa Mag:5.8, 14-Jul-19 16:43:47 WIB, Lok:0.78 LS,127.68 BT (25 km Tenggara LABUHA-MALUT), Kedlmn:10 Km (BMKG) tidak berpotensi tsunami.

Meski tidak berpotensi tsunami tetapi warga warga di Kabupaten tersebut panik dan memilih melarikan diri gunung untuk mengamankan diri. Warga di Desa Labuha Ibu Kota Kabupaten memilih mengamankan diri di sejumlah desa yang kategori berada di ketinggian sebut saja Desa Hidayah, Desa Makian, Marabose dan desa-desa tetangga lain.

Kepala BMKG Halsel, EKo Wijayandi ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya merilis sudah terjadi 37 kali gempa bumi dengan kekuatan magnetudo berbeda-beda mulai dari 7,2 SR hingga yang terakhir 3,9 SR.

“Gempa terkahir terjadi pada pukul 22.11 WIT dan masih terus berlanjut. Saat ini sudah 37 kali guncangan”, katanya.

Lanjut Wijayandi, Gempa pertama berkekuatan magnetudo 7,2 SR yang terjadi sore tadi sekitar pukul 18.10 WIT itu tidak berpotensi tsunami lantaran pusat gempa terjadi bukan di bawah laut.

“Pusat Gempanya di Kecamatan Gane Barat, atau di 62 km Timur Laut LABUHA MALUT dengan titik koordinat -0.59 LU, 128.06 BT sementara kedalaman mencapai 10 Km. Hingga saat ini Gempanya semakin ke arah barat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba menyampaikan bahwa pihaknya mendapat kabar  satu warga Desa Gane luar meninggal dunia.

“Kami mendapat informasi bahwa salah satu warga Gane luar bernama ibu Aisyah (54) meninggal dunia lantaran gempa tersebut,” tutur Bupati Bahrain.

Atas kejadian gempa bumi tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bakal turun ke Pesisir Kecamatan Gane Timur dan Gane barat pada esok hari untuk memberikan bantuan.

“Besok kami seluruh pemerintah akan ke Gane untuk mengecek kondisi warga yang terkena musibah di gane, kami juga bakal menyediakan bantuan berupa makanan,” tutup Bahrain.

Johanes Heneny salah satu warga desa Sayoang Kecamatan Bacan Timur, kepada Wartawan media ini mengatakan, saat terjadi gempa itu.  Warga Sayoang dan Babang panik dan langsung  berlarian ke daerah dataran tinggian untuk mengamankan diri.

“Sampai pukul 11.17 menit (WIT)  Ratusan warga masih berada du belakang SMA 8 Halsel dan sebagian dogunung sofar, Bacan Timur. Warga yang mengungsi iniorang tua maupun anak-anak. Sebab, mereka panik dan berikhtiar jangan sampe terjadi tsunami, ” tandasnya.

Selain Sayoang dan babang, warga di Kecamatan Gane Barat dan Gane Timur juga mengamankan diri ke daerah pengunungan. dan informasi di Desa Dowora Kecamatan Gane Barat Selatan puluhan rumah warga rusak akibat gempat dan jalan setapak di desa tersebut retak dan patah. Ada juga rumah warga pesisir Kecamatan Gane Timur dan Gane barat Kabupaten Halmahera Selatan dikabarkan ambruk.  Selain itu Di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur.

“Iya info ketua BPD bahwa di kampung ada sekitar 20 rumah ambruk dan jalan setapak patah. Kemudian masyarakat  sudah mengungsi di atas gunung,” terang  Kades Dowora, Ely Saleh. (ivan)

Komentar