oleh

Dikbud Pultab Buka Seleksi Guru Kontrak dan PTT Daerah

Ilustrasi seleksi Guru Kontrak dan Pegawai PTT

BOBONG, Lintasmalut.net – Setelah masa kontrak Daerah berakhir, pada 2018 lalu kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) kembali membuka 1173 formasi baru bagi guru kontrak dan guru pegawai tidak tetap (PTT) Daerah Kabupaten Pulau Taliabu Tahun anggaran 2019.

“Pemberkasan ulang dimulai pada tanggal 26 Desember 2018 lalu hingga sampai 12 januari 2019,”ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Ismit J.Muhdin saat ditemui sejumlah wartawan Senin (7/1/2019) di ruang kerjanya.

Menurut Ismit, bahwa Tes seleksi guru kontrak Daerah 2019 ini menjadi presyarat mutlak, harus memeliki ijazah strata satu (S1) untuk pegawai tidak tetap (PTT) sementara masih berijazah SMA harus disertai dengan surat keterangan sementara studi dari perguruan tinggi, tujuannya untuk memperbanyak Sumber Daya Manusia (SDM) di Taliabu.

Selain itu juga kata dia, kaitan dengan PTT pada 2018 tidak ada perpanjangan lagi hal itu dilakukan sebagai upaya peningkatan SDM tenaga guru dan memperkecil problem yang pernah terjadi pada di Tahun sebelumnya,”ucap Ismit.

“sekarang ini tidak ada sistem, istilah memperpanjang, tidak ada. Sudah peleburan, sesuai dengan SK SPK kemarin jatuh pada tanggal 28 januari putus, jadi dibubarkan dan seleksi ulang. Jadi tidak tau mana yang lama dan baru, semua rata tergantung pemasukan berkasnya,” ujar Ismit saat di konfirmasi pada senin 7/01 2019 dirung kerjanya.

Diungkapkanya, untuk pengumuman kelulus berkas dan pengambilan kartu tes calon Guru Kontrak dan PTT pada tanggal 14 januri, sedangkan tes seleksi Guru kontrak dan PTT Daerah Tahun anggaran 2019 pada tanggal 15 Januari 2019.

“jadi tesnya tanggal 15, tesnya secara tertulis, ” ujarnya.

Ismit menambahkan, jumlah kuato masih sama dengan kuota pada 2018 lalu, yaitu untuk guru kontrak 618 dan Pegawai tidak tetap (PTT) 555 orang total 1173 orang, dari jumlah pegawai kontrak dan PTT tersebut

pihaknya lebih memprioritaskan putra Daerah, meski diperioritas putra Daerah, akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada juga merekrut dari luar Taliabu, asalkan beralih menjadi penduduk Taliabu.

“saya berharap penerimaan kontrak kali ini jangan lagi terjadi seperti Tahun-Tahun sebelumnya, artinya yang terjadi ditahun kemarin banyak yang molor. Mudahan-mudahan dengan penerapan sistem baru kedepan bisa menekan problem yang terjadi tahun kemarin. intinya mereka menaati aturan-aturan dalam kontrak tersebut,”tutup Ismit.(As)

Komentar