oleh

Dinsos Malut Gelar Sosialisasi Program Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza

-SOFIFI-66 views

SOFIFI – Dinas Sosial provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar sosialisasi program rehabilitasi sosial penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) lainnya di Aula SMK Negeri 2, Ternate, Selasa (15/7/2020).

Penyelenggaraan kegiatan ini sebagai rangkaian Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI. Kegiatan penyebarluasan informasi serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan Rehabilitasi Sosial.

“Tujuannya meningkatkan mutu dan profesionalisme Rehabilitasi Sosial. baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat, dan memantapkan pelaksanaan Manajemen rehabilitasi sosial,” kata ketua panitia, Bahrun Hafel dalam laporannya.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 100 orang, terdiri dari Dinas Sosial Provinsi dan Kab/Kota, Karang Taruna, Remaja Mesjid, Pekerja Sosial Masyarakat, Sekolah Dasar, Menengah dan Atas, Perguruan Tinggi, LKS Bidang KP Napza, IPWL, TPPNBM, dan RBM.

Plt Kadis Sosial, Andrias Thomas dalam sambutannya menjelaskan, sesuai amanat UU nomor 35 tahun 2009, pengguna Napza tidak lagi dipandang sebagai pelaku kejahatan atau kriminal (kecuali bandar dan pengedar), melainkan korban atau pasien, sehingga penanganan yang tepat tidak lagi penjara akan tetapi rehabilitasi medis dan sosial.

“Salah satu keunggulan rehabilitasi sosial adalah targetnya yang tidak hanya menghilangkan ketergantungan (kecanduan), tapi juga memulihkan fungsi sosial,” jelasnya.

Rehabilitasi. Kata Andrias, merupakan fasilitas yang sifatnya semi tertutup, artinya hanya orang-orang tertentu dengan kepentingan khusus yang dapat memasuki area itu. “Maka rehabilitasi sosial Napza adalah tempat yang memeberikan pelatihan keterampilan dan pengetahuan untuk menghindarkan diri dari Napza,” ujarnya.

Kemensos RI sebagai salah satu lembaga pemerintah yang menerima mandat dalam melakukan rehabilitasi sosial, saat ini memiliki 5 UPT Pusat Rehabilitasi Sosial (IPWL), 6 IPWL daerah, 178 IPWL milik masyarakat mitra swasta binaan Kemensos. Pada tahun 2019, jumlah penerima manfaat korban penyalahgunaan Napza yang menjalani rehabilitasi sosial di lembaga binaan Kemensos RI sebanyak 19.250 orang.

Andrias berharap, dengan pelaksanaan kegiatan ini mampu memberikan informasi dan meningkatkan serta memperluas jangkauan kesejahteraan sosial korban penyalahgunaan Napza, sehingga adil dan merata.

“Saya percaya, kita ada kerinduan dan pengharapan yang besar agar saudara-saudara kita para korban penyalahgunaan Napza di Maluku Utara bisa mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial secara maksimal sesuai potensinya,” harap Andrias mengakhiri sambutannya sembari membuka kegiatan secara resmi.

Narasumber yang dihadirkan diantaranya, dari Polda Maluku Utara dan Kepala BNN Maluku Utara Kombes Pol M Arief Ramdhani serta narasumber dari internal Dinsos Malut.

Pelaksanaan kegiatan ini tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19, sebelum masuk ke lokasi acara seluruh peserta dan panitia wajib menggunakan masker, mencuci tangan ditempat yang sudah disediakan, serta menjaga jarak. (Red)

Komentar