oleh

Dirjen Guti Wibawaningsi Resmikan Sentra Industri Kelapa Terpadu di Halbar

JAILOLO – Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menegah dan Aneka Kementrian Perindustrian RI Gati Wibawaningsi meresmikan Sentra Industri Kelapa Terpadu di Desa Acango, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Selasa (9/4/2019).

Dalam peresmian tersebut, Dirjen Gati Wibawaningsih mengapresiasi Bupati Danny Missy atas kerja kerasnya dan semangat mendorong Sentral Industri hadir di Halbar.

“Masyarakat halbar perlu bersukur karena punya Bupati seperti saat ini, beliau terus berjuang soal rumah Industri ini sampai diadakan, itu sya saksikan langsung dan saya rasakan dan buktikan keseriusan Bupati Halbar terkait rumah Industri ini,”Akunya saat memberikan sambutan.

Gati mengatakan, untuk meningkatkan harga kopra itu tidak mudah karena harga itu secara global, ini untuk memanfaatkan Industri kelapa bagi UKM, sehingga mampu mengatasi Anjloknya harga kopra dari bua kelapa dialihkan ke produkis lain.

“Bupati Danny Missy adalah salah satu yang sukses karena mampu memperjuangkan sehingga kami bisa menghadirkan Sentral Industri kelapa di Halbar,”Katanya.

Lanjut Gati, terkait permintaan Bupati Halbar untuk dua industri yakni industri Janggung dan padi pihaknya akan melakukan tindak lanjut sehingga permintaan tersebut bisa di kabulkan.

“Karena ini melalui DAK dan semoga di tahun depan sudah kami mengemukakan sentral Industri jagung di Halbar dan Industri padi nanti kita lebih dalam lagi untuk menelah,” Ujarnya.

“Kami hadirkan ini karena indonesia adalah penghasil kelapa terbanyak di dunia, maka manfaatkanlah dengan baik, saya sangat suport apa yg di lakukan Pemda Halbar Bupati Dany Missy karena beliau sangat koporatif, beliau sangat mantap dan betul dengan semangat membangun daera ini khusunya Halbar,”Ujarnya lagi.

Sementara Bupati Danny Missy mengatakan, saat ini masyarakat Halbar sudah menemukan titik temu terkait mengatasi anjloknya harga kopra.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementrian Perindustrian dengan menghadirkan rumah industri ini, karena dengan adanya ini maka mampu menjawab keluhan masyarakat Halbar. Saya juga membutukan  atas campur tangan pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk kita sama-sama menjalankan Industri ini agar bisa mengatasi keluhan warga terkait harga kopra,”Katanya.

“Mari kita sama-sama memebenahi lingkungan Industri ini jika ada yang masi kurang dan ini harus menjadi tanggungjawab Pemprov Malut supaya tidak ada lagi masyarakat kita yang berteriak terkait dampak anjloknya harga kopra,”Harapnya. (Bur/PN)

Komentar