oleh

Disperkim-LH Pultab Gagas Program Bank Sampah

Kepala Disperkim-LH Pulau Taliabu. Arwin Tamimi. S.T

BOBONG, Lintasmalut.net – Pemerintah Daerah Pulau Taliabu (Pultab) dalam hal ini Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim-LH) kini melakukan perobosan baru untuk mengolah sampah buangan menjadi sesuatu, sehingga kini Disperkim-LH mulai mencanankan program Bank Sampa sebagai solusi dalam menangani persoalan sampah di Pultab.

Hal ini dilakukan karena Minimnya tingkat kesadaran warga sekitar di tempat pembuangan sampah dalam memanfaatkan sampah buangan untuk diolah menjadi sesuatu yang dapat berguna.

“melalui Bank sampah, pengolahan sampah akan lebih efektif dan efesien karena dapat mengasilkan pendapatan bagi masyarakat sekitar” ujar Plt. Kepala Dinas Perkim-LH, Arwin Tamimi, ST, saat dikonfirmasi Media ini, di ruang kerjanya. Senin (7/1/2018).

Arwin menuturkan bahwa ,sampah di Taliabu kian hari semakin bertambah, tentunya akan menimbulkan banyak efek dan masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna dan berdampak positif bagi masyarakat.

“untuk itu Pengananagan sampah sejak dini sangat diperlukan,tentunya masalah sampah ini harus di tangani dengan secara baik dan berdampak positif bagi masyarakat ,” tutur Arwin.

Tak seperti kota besar, sabung dia, sampah dikelola oleh pengepul, dari pengolahan sampah dapat menghasilkan uang hingga puluhan juta rupiah perbulan, namun di Taliabu, minimnya antusias dan kesadaran warga sekitar, maka melalui Bank Sampah dapat menjawab persoalan tersebut, sehingga dipadang penting bagi Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah persuasif seperti ini dalam penanganan sampah di Taliabu,”jelasnya.

Dikatakanya, seperti statmen Bupati Aliong Mus, saat membuka peresemian TPA Desa Ratahaya belum lama ini, kutip Arwin.

“bahwa sampah jika di kelola dengan benar dapat menambah penghasilan keluarga, selain dari pendapatan petani, sampah juga dapat dikelola dan berguna bagi masyarakat, misalnya, kerajinan, pupuk yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat,” cetusnya.

Selain itu di katakanya, Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan.” Artinya penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi Bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di Bank,” ujarnya

Lanjut Arwin, manfaat Bank sampah dapat menambahkan penghasilan masyarakat setempat karena saat mereka menukarkan sampah, akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki.

“sewaktu-waktu masyarakat mengambil uang pada tabungan saat tabungannya sudah terkumpul banyak, imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok seperti gula, sabun, minyak, beras, dll,” pungkas Arwin.(As)

Komentar