oleh

Diusir Dari Pasar Fogi, Pedagang Ikan Berjualan di Depan Istana Daerah

Suasana pedagang saat aksi jualan ikan di depan Istana Daerah Kepsul (foto/ist/Rahman)

SANANA, Lintasmalut.net – Puluhan pedagang ikan dari 4 Desa di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) membuktikan kecaman yang mereka lontarkan, bahwa mereka akan menjajakan ikan jualannya di depan Istana Daerah (ISDA).

Rupanya janji pedagang ikan akan berjualan di gedung Istana Daerah milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula (Kepsul) ternyata bukan sekedar gertakan Sambal.

Aksi protes terhadap Pemda Kepsul yang belum juga menyediakan Pasar yang layak untuk pedagang ikan, karena para pedagang ini tidak mendapat tempat jualan bahkan pernah diusir oleh pedagang ikan lainnya saat hendak berjualan di Pasar Fogi, Kecamatan Sanana beberapa hari lalu.

Karena tak ada tempat jualan, pedagang ikan dari Desa Waiboga, Fokalit, Malbufa dan Ona ini terlantar, berjualan di emperan toko di seputaran Kota Sanana.

“Kami hanya mau di sediakan tempat yang layak untuk berjualan, karna kami masyarakat waiboga selama ini belum di sediakan tempat untuk berjualan ikan yang sudah di janjikan oleh Pemerintah Daerah, tapi sampai sekarang belum juga di sediakan,” Ujar Sehat Tidore, kepada Lintas Malut saat melakukan aksi di depan ISDA Selasa (26/2/2019).

Sebagai Pemerintah Daerah, kata Sehat, harus melayani masyarkat dengan baik bukan membiarkan kami Seperti ini, kami sebagai masyarakat biasa kalau tidak berjualan nantinya kami makan apa, apa lagi biaya sekolah anak kami, maka kami hanya minta untuk kesediaan tempat untuk berjualan yang layak,”Katanya.

Sementara koordinator aksi pedagang ikan, Ramli Umanailo menegaskan, Hari ini kami marah dan merasa kecewa dengan sikap Pemda dan Dinas Perindag yang menjanjikan akan ada upaya untuk membangun pasar tapi hingga sekarang lokasi pasar juga belum diketahui,” tegas Ramli.

Diakhir aksi pedagang ikan mengancam akan kembali berjualan di depan Istana Daerah jika Pemda tidak memenuhi janjinya.

Para aksi pun menyarankan, setidaknya Pemda menyediakan lokasi di dekat bangunan Pasar Fogi untuk tempat berjualan meski tanpa fasilitas. Bukan di areal sekitar pertokoan yang bisa saja mengganggu pejalan kaki.

“Kami akan terus berjualan di Istana Daerah lagi, hingga pemda memberi lokasi untuk membangun pasar, ini pertama kali pedaganh ikan berjualan di depan Istana Daerah, ini kan aneh, tapi mau bagaimana lagi kita lakukan ini agar bupati juga membuka mata,” Tandas Ramli. (M.rf)

Komentar