oleh

DPD GMNI: Opsi Pembubaran KNPI Malut adalah Alternatif

TERNATE, – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Provinsi Maluku Utara lewat Ketua Bidang Politik, Asrul Lamunu menyampaikan beberapa hal sesuai dengan hasil rapat pengurus pada Selasa (4/5/2021), diantaranya sebagai berikut;

  1. DPD GMNI, memberikan warning kepada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malut, terkait dengan dualisme kepengurusan agar melakukan rekonsiliasi atau penyatuan.
  2. DPD GMNI Malut mengecam keras bila langkah rekonsiliasi tidak ditempuh oleh KNPI, maka pembubaran KNPI maluku utara adalah alternatif.
  3. DPD GMNI maluku utara juga memintah kepada Pemerintah daerah maluku utara untuk tidak melayani segala bentuk kegiatan yang mengatasnamakan KNPI maluku utara sebelum dilakukannya penyatuan dua kepengurusan KNPI di maluku utara.

Asrul juga menyerukan kepada senior dan alumni GMNI yang masuk di struktur KNPI baik KNPI Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Maluku Utara agar tarik diri (mundur) dari kepengurusan KNPI.

“Untuk diketahui, GMNI juga merupakan lokomotif terbentuknya atau berdirinya KNPI di Indonesia. Olehnya itu, GMNI berhak bersikap bila ego sektoral ini melekat di tubuh KNPI, dan sejauh ini KNPI sendiri tidak memberikan konstribusi dan mengagregasi kepentingan pemuda-pemudi di Maluku Utara,” katanya.

Bila langkah penyatuan dilakukan maka DPD GMNI secara institusi akan mendukung penuh segala bentuk kepentingan KNPI dalam berkonstribusi terhadap pembangunan daerah.

“Apabila KNPI pada posisi ego sektoral (saling kleim) maka sudah saatnya GMNI sebagai organisasi Cipayung bersikap untuk pembubaran KNPI di Provinsi Maluku Utara,” pungkasnya. (Alan)

Komentar