oleh

DPD KNPI Silahturahmi ke Disnaker Ternate Bahas UKM dan Alfamidi

TERNATE – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Ternate gelar silahturahmi dengan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Ternate, Rabu (30/10).

Kedatangan carteker ketua DPD KNPI Ternate Risno Wahid didampingi sekretaris Maskur H. Latif dan sejumlah pengurus disambut langsung Kadisnaker Jusuf Sunya. Selain bersilahturahmi, ada dua hal yang didiskusikan yakni Upah Minimum Kota (UMK) dan Alfamidi akhir-akhir ini marak diwacanakan oleh masyarakat.

“Kedatangan kami tadi dengan maksud bersilaturrahmi dan ada dua hal yang kami diskusikan bersama dengan Kadisnaker yakni UMK dan keberadaan Alfamidi yang menjadi isu hangat di Kota Ternate,” kata Risno kepada awak media usai pertemuan.

Menurut Risno, keberadaan Alfamidi ada sisi negatif dan positif. Namun, disisi lain dengan keberadaan Alfamidi bisa berpengaruh terhadap pasar lokal.

“Ada positif negatifnya, kalau kehadira Alfamidi tentu dapat menyerap kurang lebih 200 tenaga kerja, namun disisi lain kehadiran Alfamidi juga bisa membuat pasar lokal akan mendapatkan sebuah keterhambatan perputaran modal dan pola daya saing,” tukasnya.

Risno juga menyebut, dalam waktu dekat pihaknya bakal menggelar diskusi terkait isu UMK dan Alfamidi dengan melibatkan Pemkot Ternate dalam hal ini Disnaker dan stakholder lain.

“Kami berharap banyak dalam diskusi nanti ada sebuah solusi konkrit terkait dengan dua isu strategis itu,” ujarnya.

Sementara itu, Jusuf Sunya merespon baik dan mengapresiasi terkait dengan diskusi yang bakal di gelar DPD KNPI soal UMK dan Alfamidi.

“Saya dukung itu bagus, nanti kita saling koordinasi dan kemudian atur jadwalnya,” katanya.

Jusuf mengaku, Alfamidi adalah investasi tetapi kehadirannya membuka peluang usaha. Menurutnya, ini merupakan kesempatan yang bagus bagi putra-putri daerah untuk bekerja.

“Ada 20 titik Alfamidi yang dibuka, 1 Alfamidi butuh pegawai sekitar 10 sampai 12 orang, kalau 20 berarti 240 orang pegawai, saya kira ini kesempatan bagus bagi kita punya anak daerah, kita tidak lihat soal polemiknya tetapi paling tidak ini kesempatan bagi anak-anak daerah untuk mendapat kesempatan kerja,” ungkapnya. (Alan)

Komentar