oleh

DPMD Tikep Kaget Stafnya Diciduk Ditresnarkoba Polda Malut

-HUKRIM-524 views

TIDORE – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) mengaku kaget saat adanya berita terkait dengan ditangkapnya salah satu staf DPMD yang berinisial FP (32) lantaran terlibat kasus Narkoba di Kota Ternate.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Budaya, DPDM Kota Tikep Boki Hajar mengatakan, FP berapa hari kemarin memang tidak masuk Kantor, dia meminta izin lantaran ayahnya sedang sakit yang sementara dirawat di RSUD di Ternate.

Boki mengaku kaget setelah membaca berita di media online kalau FP di tangkap oleh Polisi di Ternate lantaran terlibat dalam kasus Narkotika.

“Cuma torang DPMD tara dapa surat pemberitahuan resmi dari dia, hanya dia punya istri yang telepon minta izin, terus hari senin itu yang bersangkutan FP telepon, bilang dia izin karena dia punya papa lagi sakit jadi belum bisa masuk kantor,” akuhnya kepada awak media, Rabu (27/11).

Pihak DPMD. Lanjut Boki, berencana untuk memanggil FP lantaran sudah tidak masuk kantor. “Rencana hari ini torang bikin surat panggilan, kalau soal penangkapan itu torang belum ada pemberitahuan resmi,” katanya.

Boki juga menyebut, pihaknya tidak mengetahui kalau stafnya FP di tangkap polisi, karena tidak ada pemberitahuan dari pihak terkait. “Tong tau heboh ini dari berita media online, karena dia izin orang tuanya sakit,” ujaranya.

Disentil terkait dengan PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil, Boki menyarankan agar dikonfirmasi langsung ke BKPSDM.

FP alias R diangkat menjadi ASN di Tikep sejak 2009, dia juga merupakan adik kandung dari salah satu bakal calon Walikota Tidore periode 2020 – 2025.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Tikep Sura Husain, kepada wartawan diruang kerjanya mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari instansi terkait tentang keterlibatan salah satu ASN itu.

“Terkait sanksi, kita tetap mengacu pada aturan yang berlaku baik PP 53 maupun PP 11 tentang menejemen kepegawaian, bila oleh hakim dia dinyatakan bersalah dan dikenakan hukuman 2 tahun lebih, maka dia diberhentikan secara tidak terhormat,” pungkasnya.

Hukuman itu. Kata Sura, BKPSDM bisa berlakukan setelah sudah mendapatkan pemberitahuan resmi dari dari Pengadilan. “Itu kita bisa lakukan kalau sudah ada keputusan,” katanya.

Untuk diketahui, FP ditangkap di belakang eks Kantor Walikota Ternate, Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Ternate Tengah, oleh anggota opsnal Ditresnarkoba Polda Malut kemudian dilakukan penggeledahan badan dan pakaian dan ditemukan barang bukti (BB) berupa 1 sachet kecil plastik bening berisi narkoba jenis ganja kering dengan berat 1,09 Gram yang disimpan di saku depan celana. (Alan)

Komentar