oleh

DPRD Halbar Lupa Hari Lahir Pancasila

Ketua DPRD Halbar, Juliche Dolfina Baura (Foto:Jojo/lintasmalut.co.id)

JAILOLO – Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) nampaknya lupa Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada, Sabtu (1/6).

Pasalnya, pada saat pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar Pemerintah Kabupaten Halbar di Halaman Kantor Bupati, Sabtu (1/6/2019), tidak ada satupun pimpinan atau anggota DPRD yang hadir mengikuti upacara yang dipimpin langsung Bupati Danny Missy.

Padahal, undangan sudah disampaikan kepada semua instansi termasuk DPRD, namun DPRD sendiri tidak menghadiri upacara, tetapi yang hadir hanya Kapolres, Wadanyon RK 732 Banau, Danramil Jailolo, Kajari Halbar, pimpinan SKPD serta ASN lingkup Pemda Halbar.

Pada saat pelaksanaan ucara, Bupati Danny Missy mengajak seluruh komponen masyarakat, menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bupati menyampaikan, sebagai negara yang inklusif dan tidak chauvinis diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Maksudnya, keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun.

“Tamansari kebudayaan yang memungkinkan semua mahkluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan pancasila adalah rumah kita semua,” ujarnya.

Bupati Halbar, Danny Missy Saat Memberikan Sambutan di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Dikatakan Bupati, diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang dapat menumbuhkan dan merawat harapan, bukan politik yang menimbulkan ketakutan.

“Kita indonesia, kita pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur,”jelasnya.

Melalui peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 juni. Lanjut Bupati, pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi ‘politik harapan’ dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa indonesia.

“Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan,”pungkasnya. (Jojo)

Komentar