oleh

Dudu Bacarita Ummat, Muksin Saleh Abubakar, Tampung Usulan Masyarakat

Foto bersama warga Salero bersama Ketua Yayasan BKM Al-Munawar Terbate. Muksin Saleh Abubakar, SH.MH Usai Diskusi Dudu Bacarita Ummat. (foto Ist. lila)

TERNATE, Lintasmalut.net – Mendorong peningkatan mutu pendidikan dan perokonomiaan serta  kegiatan sosial kemanusiaan di Kota Ternate. Ketua Yayasan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-munawar, Muksin Saleh Abubakar, SH.MH menggelar pertemuan Silahturahmi bersama toko masyarakat, toko agama dan toko pemuda dengan tema “Dudu Bacarita Ummat”.

Diskusi yang berlansung di Kedai Mita, kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara pada Selasa, (5/2/2019) kemarin itu  bertujuaan, mengedukasi masyarakat atas kondisi sosial di Kota Ternate.

Muksin Saleh Abubakar, mengatakan,  silaturahmi tersebut menampung masukan-masukan masyarakat atas  kondisi objektif terkait  pendidikan perokonomian, peluang usaha dan kegiatan sosial lainya yang terjadi di Kota Kernate saat ini,

“Saya bersilaturahmi dengan warga dan para toko ini agar  menampung usulan-usulan  dan masukan masyarakat. sehingga ini dikembangkan dan diusulkan kepada Pemerintah dan  Dewan Perwakilan Rakayat (DPRD), ” Kata Muksin kepada sejumla wartawan.

Menurut Muksin, ketika mencermati pemberiaan stimulus atau pinjaman kepada pelaku usaha hanya diperuntuhkan kepada pengusaha-pengusaha besar sementara pengusaha kecil dan menengah terabaikan dengan alasan kekurangan jaminan pada akhirnya inflasi perkonomiaan Kota Ternate tidak stabil akibat market tidak berimbang dan tidak beraraturan disebabkan persaingan dunia usaha dimonopoli pengusaha pengusaha berskala besar.

“Pemerintah tidak bisa biarkan persoalan ini, maka itu kami akan terus meberiakan sosialisasi dan edukasi tentang kiat-kiat bisnis.  Insyallah hasil dari pertemuaan ini akan  diusulkan kepada Pemerintah agar usaha kecil dan menengah (UKM/UMKM ) jangan sampai ditinggalkan oleh Pemerintah,”Ujar Muksin.

Dalam dunia pendidikan Selaku Ketua BKM, Muksin menilai, sejauh ini pemerintah tidak memiliki data soal anak-anak atau generasi bangsa yang putus sekolah maka itu pihaknya akan mengusulkan hal ini kepada pemerintah setempat agar tidak tinggal diam atas persoalan tersebut.

Dia juga mengatakan, ini merupakan satu kegagalan Pemerinta Provinsi dan Kabupaten/Kota yang harus di benahi. Padahal kata dia dalam amanat undang-undang anggaran pendidikan itu dialokasikan sebanyak 20% untuk peningkatan mutu pendidikan.

“Saya aka usulkan kepada pemerintah agar mendata setiap rumah siswa oleh guru -guru ditiap sekolah. Guru itu harus dibekali biaya operasional dan dana taktis, sehingga para guru ini bisa mengetahui dan  mendeteksi siswa yang suda putus sekolah, selanjutnya dicarikan solusinya, ” katanya.

Sementara itu kondisi sosial di Kota Ternate Muksin, mengemukakan kesenjangan sosial itu masi tampak mata seperti orang miskin dilarang sakit. Hal ini mestinya lebih diseriusi pemerintah.

“APBD itu digunakan untuk kemaslahatan umat, untuk apa kita bernegara kalau orang-orang yang ekonominya lemah jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan tidak dilihat pemerintah,

“Untuk itu kata Munksin, dalam pertemuan silahturahmi itu juga membahas persoalan kemanusiaan dan berusaha mencarikan solusi untuk memberikan daya dorang kepada pemerintah.

“Pemerintah yang ada skarang ini maupun yang akan datang, mari kita  melihat antara sesama sebagai umat manusia dengan komitmen satu tubuh sakit maka tubuh yang lainpun itu sakit,”Cetusnya.(rdx)

Komentar