oleh

Dukung Pembangunan Daerah, Camat Lede Dorong Tiga Program

BOBONG, LM – Merespon dampak pembangunan di wilayah kerjanya, Kepala Pemerintahan Kecamatan (Camat) Lede, Alwan Lakoko dorong tiga program tangani dampak pembangunan, terutama galian C.

Camat yang belum cukup sebulan dilantik Bupati Aliong Mus itu kini mulai dorong pembangunan di sejumlah kawasan setelah berkoordinasi dengan wakil Bupati Ramli dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Sementara ini yang lagi digenjot ada tiga program Untuk merespon dampak pembangunan seperti penanganan Genangan Air, penertiban Galian C di kecamatan Lede serta mengkoordinasikan dan mengarahkan kawasan serta jalan baru bagi pelaku usaha galian C”, ungkap Camat Lede, Alwan Lakoko, Minggu (26/09/2021).

Kata dia, untuk penanganan dampak banjir dan genangan air di kecamatan Lede maka saat ini dilakukan Pengalihan galian C yang dilakoni secara liar alias ilegal ke kawasan lain, disamping itu dilakukan pencegahan penebangan pohon di pinggiran sungai.

Karena usaha galian C ini adalah kebutuhan pembangunan, maka kita hanya bisa alihkan ke muara sungai. Sementara Penebangan hutan lindung dekat sungai kita cegat agar banjir tidak mudah meluap ke perkebunan maupun pemukiman warga” jelasnya.

Hal lain yang saat ini menguras energi, kata dia adalah pengaruh kegundulan hutan akibat aktifitas pertambangan dan penampungan air asal pertambangan biji besi karena mulai berdampak negatif terhadap masyarakat Petani setempat.

“Tanaman kelapa , coklat ,durian ,cengkeh dan lainnya mati dan tak jarang hanyut karna banjir” disamping itu, Pemukiman warga di dusun Fangu desa Tolong dn Dusun Liangsia desa Balohang menjadi terancam,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Alwan, galian c yang di lakukan dekat pemukiman dan asset negara terutama galian c di seputaran SD negeri balohang telah di kerahkan ke arah Markaso berjarak 5,06 kilo Meter dari pemukiman penduduk.

“Itu dilakukan setelah warga yang terkena lahan sepakati dan menghibahkan tanah maupun tanaman untuk demi kepentingan bersama dan itu diputuskan melalui rapat koordinasi musyawarah penyusunan kebijakan kecamatan antara pihak Forkopimda kecamatan Lede bersama 5 kepala desa dan keplaa Dusun se.kecamatan Lede,” jelasnya.

Sebelumnya, Camat Lede, Alwan Lakoko lebih dulu berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perizinan serta berkordinasi dengan Wakil Bupati Pulau Taliabu, Ramli terkait langkah yang dilakukan agar kebijakan pembangunan di Kecamatan Lede yang diorientasikan Pemerintah Kecamatan dapat berjalan selaras.

Menurut Alwan, upaya penanggulangan dampak pembangunan ini perlu dilakukan untuk menjawab kepentingan pembangunan.

” Dampak galian tentu penting untuk kita lakukan sebab terjadi abrasi pantai akibat penambang liar (galian c) dan penggunaan batu karang sebagai material pembangunan menyebabkan terumbu karang terancam sementara aktifitas angkutan galian C juga menyebabkan jalanan menjadi rusak, dan hal itu telah menjadi keluhan banyak orang,” tandasnya. (Hara)

Komentar