oleh

Ekspor Turun, Impor Melonjak

-EKONOMI-39 views

TERNATE, LM  – Impor Maluku Utara (Malut) September 2018 tidak menggembirakan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan ekspor September anjlok 37,22 persen. Jika pada Agustus nilai ekspor mencapai USD 95,05 juta, pada September turun menjadi USD 59,67 juta. Menurut Kepala BPS Malut Misfaruddin, ekspor September terdiri dari golongan barang besi dan baja (HS 72) dan bijih, kerak, dan abu logam (HS 26) ke Tiongkok, Taiwan, dan Ukraina.

 “Secara kumulatif, ekspor Malut  Januari-September 2018 sebesar USD 493,94 juta, mengalami peningkatan 192,17 persen dibandingkan periode Januari-September 2017 yang hanya USD 169,06 juta,” katanya.

 Volume ekspor Malut Januari-September 2018 8,35 juta ton, meningkat 628,68 persen dibanding Januari-September 2017 yang hanya 1,15 juta ton.

“Nilai ekspor Indonesia September 2018 mencapai USD 14,83 miliar, turun 6,58 persen dibanding ekspor Agustus 2018. Sementara dibanding September 2017 meningkat 1,70 persen.  Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-September 2018 mencapai USD 134,99 miliar atau meningkat 9,41 persen dibanding periode yang sama tahun 2017,” jelasnya.

Di satu sisi September 2018 barang dari Malut juga diekspor melalui provinsi lain yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Di antaranya adalah adalah golongan barang buah-buahan (HS 08), ikan dan udang (HS 03), lak, getah, dan damar (HS13), dan paket pos, parsel, dan barang dikembalikan (HS 99).

 “Nilai ekspor asal barang dari Malut melalui provinsi lain pada September 2018 sebesar USD 0,80 juta atau 1,32 persen dari total ekspor asal barang Malut yang sebesar USD 60,47 juta,” tutur Misfaruddin.

Sementara itu nilai impor Malut pada September 2018 sebesar USD 29,45 juta,  melonjak 180,92 persen dibanding Agustus 2018 yang senilai USD 10,48 juta. Volumenya sebesar 20,74 ribu ton, turun signifikan 123,90 persen dibanding Agustus 2018 yang sebesar 9,26 ribu ton. Impor Malut 26 golongan barang dengan nilai impor terbesar pada golongan barang mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) senilai USD 14,94 juta.

 “Impor Malut September lalu berasal dari Tiongkok dan Korea Selatan,” katanya lagi.

Total impor Malut Januari-September 2018  mencapai  USD 172,41 juta, naik 88,82 persen dibandingkan dengan impor Januari-September 2017 yang senilai USD 91,31 juta. Volumenya 268,45 ribu ton, mengalami peningkatan  11,93 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2017.

 “Impor Indonesia September 2018 mencapai USD 14,60 miliar atau turun 13,18 persen dibanding Agustus 2018, sebaliknya jika dibandingkan September 2017 naik 14,18 persen,” pungkas dia. 

Sumber : Malut Post

Komentar