oleh

Ema: Tidak Benar Cap Tikus Akan Dilegalkan, Jangan Plintir Pernyataan Bupati

JAILOLO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) lewat Dinas Komunikasi Informatika Kehumasan Statistik dan Persandian (Diskominfo) membantah jika melegalkan Minuman Keras (Miras) jenis cap tikus sebagai minuman khas asal Halbar.

Kadis Kominfo Halbar, Chuzaemah Djauhar menyatakan, apa yang disampaikan oleh Bupati Danny Missy pada saat acara penyerahan sertifikat tanah milik warga di lokasi Festival Teluk Jailolo (FTJ), Selasa (3/12) itu, yang dismpaikan bupati adalah cap tikus sebagai Miras yang saat ini banyak beredar dan sangat meresahkan masyarakat.

“Pemda sedang berkoordinasi dengan pihak terkait salah satunya pihak Polres untuk mencari formula yang tepat agar bagaimana mengatasi peredaran cap tikus,” katanya kepada awak media, Rabu (4/12).

Ema menjelaskan, soal Miras sejenis cap tikus yang di desain dan di ubah menjadi minuman khas seperti beberapa daerah lain di indonesia yang di sampaikan bupati. Menurutnya, itu hanya sebagai contoh yang di buat di daerah lain. Misalnya, di Bali dan NTT, namun belum menjadi pilihan Pemda Halbar saat ini untuk memformulasikan cap tikus menjadi minuman khas sebagaimana dimaksud, karena hal itu harus melalui berbagai macam kajian dalam berbagai aspek.

“Jadi apa yang disampaikan pak Bupati jangan disalah tafsirkan, karena pak Bupati hanya mencontohkan minuman sejenis cap tikus di rubah menjadi minuman khas seperti di daerah lain, tapi bukan mau melegalkan captikus beredar di Halbar,” tandasnya.

Ema menambahkan, Bupati juga telah menegaskan bahwa peredaran Miras cap tikus itu sangat dilarang apalagi dalam bentuk usaha.

“Kami sampaikan bahwa pemberitaan seolah-olah Pemda berencana melegalkan minuman cap tikus itu tidak benar dan berharap maksud bupati dalam pernyataannya tidak di plintir,” pungkasnya. (BAF)

Komentar