oleh

Empat Oknum Anggota Brimob Kasus Penembakan di Kawasi Diamankan Polda Malut

Dansat Brimob Polda Malut Kombes Pol Budi Satriyo didampingi Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar

TERNATE – Empat oknum anggota Brimob Polda Malut yang di duga melakukan tindakan kekerasan hingga terjadi penembakan terhadap dua warga di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) telah diamankan Propam Polda Malut untuk di periksa secara intensif.

Ke empat tersangka dihukum sesuai hukum yang berlaku oleh pihak Propam Polda Malut. Hal ini di katakan oleh Komandan Satuan Brimob Polda Malut, Kombes Pol Budi Satriyo kepada sejumlah wartawan senin (18/3/2019) di rung kerja Humas Mapolda Malut.

Dansat Brimob mengatakan bahwa dirinya tidak akan mentolerir dan melindungi atas kelakuan empat anak buahnya yang melakukan penembakan terhadap dua warga di Desa Kawasi karena tindakan tersebut tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

“Anak buah yang melakukan kelalaian dan kesalahan, saya sebagai Komandan Brimob tetap bertanggung jawab sebagai pimpinan dan mohon maaf kepada keluarga korban serta Masyarakat Maluku Utara. Untuk sementara ini anggota Brimob yang berada dan bertugas di Desa Kawasi, Kabupaten Halsel di tarik ke Polda Malut,” Kata Kombes Pol Budi Satriyo pada Konfrensi pers senin (18/3/2019) didampingi Kabid Humas AKBP Hendri Badar.

Dansat Brimob juga menjelaskan penyebab adanya penembakan tersebut berawal dari acara ronggeng joget diacara pesta di Desa Kawasi kemudian ada dua pemuda berkelahi dalam kondisi mabuk dan di lerai oleh anggota Brimob hingga aman, namun berselang beberapa menit salah satu pemuda yang bernama Frans mengadu kepada anggota Brimob bahwa dirinya sebagai korban pemukulan dari kejadian tersebut.

“Sebagai anggota polisi yang menjadi pelindung dan pengayoman masyarakat, salah satu anggota kami mendatangi pemuda yang dalam keadaan mabuk tersebut untuk di mintai keterangan, karena pelaku tidak bisa mengendalikan diri akibat pengaruh alkohol dan mengatakan bahwa dirinya tidak takut dengan polisi, dan atas perkataan tersebut, Anggota Brimob tersebut melaporkan ke Dantimnya yang ada di Pos jaga,” Jelasnya

Mendengar dari anak buah atas perkataan tersebut dan tim segera mendatangi pelaku di rumahnya dengan membawa senjata untuk meminta keterangan kembali.

“Karena masih dalam kondisi terpengaruh alkohol, maka pelaku menjadi berani melawan anggota kami sehingga terjadi pergumulan dan pelemparan batu. Akhirnya terjadi letusan senjata yang mungkin tidak sengaja sehingga mengenai dua korban tersebut,” Terangnya

Lanjutnya, hasil dari pemeriksaan yang di lakukan oleh Propam Polres Halsel dan Propam Polda Malut serta reskrim Polres Halsel, apabila ke empat anggotanya dinyatakan bersalah maka akan di kenakan sanksi hukum yakni hukuman ringan, berat hingga pemecatan

“Saat ini tim sudah melakukan pemeriksaan secara intensif dan nanti akan di ketahui kesalahan ke empat anggota kami (red – Brimob) dan akan di tentukan hukumannya masing – masing dan itu tidak ada tebang pilih karena kami tidak main – main dalam hal ini sesuai perintah Kapolda Malut,” Cetus Kombes Pol Budi Satriyo.

Sementara itu Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar yang mewakili Kapolda Malut menyampaikan permohonan maaf kepada kedua korban dan masyarakat Obi serta masyrakat Malut atas peristiwa tersebut.

AKBP Hendri Badar juga mengatakan masalah anggota Brimob ini, Kapolda Malut akan menindak tegas siapapun anggotanya yang terlibat atas kejadian ini tampa tebang pilih hingga sampai proses pidana maupun proses kode etik

” Polda Malut sudah melakukan itu semua, yang terpenting kasus ini tidak tutup – tutup karena saat ini kita sedang fokus di perhelatan akbar yaitu pemilu dimana tahun 2019 ini rakyat Indonesia akan menentukan peminpin bangsanya dan para wakil – wakilnya baik di DPR Pusat maupun DPR Daerah serta DPD,” Tutupnya.(Alan)

Komentar