oleh

Fistival Kora – Kora Mengembalikan Warisan Budaya Negeri Al-Mulk

TERNATE, Lintasmalut.net – Festival kora-kora mengembalikan warisan budaya Ternate, serta membuka potensi objek wisata Daerah, Fistival kora-kora merupakan agenda iven tahunan sejak tahun 2011 dan telah terbukti  memberikan konstribusi langsung maupun tidak langsung bagi pengembangan parawisata daerah  dan pemberadayan kreatifitas ekonomi masyarakat.

“Potensi wisata merupajan karunia ilahiyang diberikan sang pencipta, yang patut kita sukuri, rasa suyukur ini dapat kita tempati upaya dan mekanisme dalam pemanfaatan secara baik, untuk memelihara warisan budaya”, kata Wakil Wali Kota Ternate, Abdullah Taher.SH, ketika memberikan sambutan saat pembukaan Festival Kora-Kora.

Selain itu, Kota Ternate memiliki potensi objek wisata daerah yang kaya,baik wisata alam, bahari ,sejarah,budaya serta beberpa jenis wisata alam lainya.

 “Ini dapat kita lakukan melalui peningkatanbentuk kerjasama lintas kordinasi structural, lintas pelaku dan lintas usaha untuk memgembangkan keragaman aktifitas  parawisata dan melestarikan tradisi leluhur negeri ini termasuk fistival kora kora tahun 2018 ini,”  terang Abdullah.

Menurutnya, festival kora kora ini  telah mampuh mengembangkan kemandirian masyarakat,kesejateraan hidup masyarakat serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah yang ada di negeri ini.

Meskipun demikian,  tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa hal yang dimiliki dan faktor penghambat dalam pengembangan parawisata daerah pada khususnya wisata bahari.

“Tugas kita bersama adalah melakukan pembacaan yang lebib tajam terhadap berbagai kelemahan cabang-cabang yang ada sehingga memanfaatkan peluang. Sebagai daerah kesultanan  sehingga modal dasar parawisata Kota Ternate adalah kebudayaan yang berasal dari spritualitas adat se-atoran dan warisan sejarah negeri ini,” tuturnya.

Kebudayan memerlukan ruang hidup yang leluasa agar dapat berkembang secara alamiah  dan dinamis , sebab ruang hidup  adalah potensi Bahari Ternate sedangkan pelaku- pelaku kebudayan adalah masyarakat kota ternate dengan segala aktifitas sosial, politik ,kesenian ,dan religius.

“Relasi yang segnifikan atara ruang hidup dan pelaku budaya itulah yang menghadirkan berbagai speresi sosikultural melalui penyelenggaran fistival kora kora,intinya apabilah mempertahankan tradisi dan budaya lokal sebagai aset Dinas Parawisata Kota Ternate maka ruang hidup berupa alam dan pelaku kebudayaan harus senantiasa diperhatikan kebudayaannya dan salah satunya menunggu pelaksanaan fistival kora kora 2018,” jelasnya.

Fistival kora-kora tahun ini, kata Abdullah, patut diwujudkan mendorong parawisata Kota Ternate dengan visi penyalamatan lingkungan alam, serta menghormati nilai nilai budaya lokal tampa mematahkan semangat pembangunan parawisata, karena Fistival kora kora 2018 yaitu kampanye peduli laut dan kawasan pesisir.

“Kegiatan ini memiliki nuasa ekologis yang kental dalam kontes pengembangan  ekonomi wisata  yang memberikan penghormatan terhadap kebudayaan masyarakat lokal, sehingga tidak merusak lingkungan serta pengembangan wisata untuk menarik wisatawan,” tutupnya. (Ja/red)

Komentar