oleh

Front Pemuda Malut Tolak Segala Bentuk Tindakan Profokatif dan Isu Hoax

Front Pemuda Malut bersama Masyarakat saat aksi damai di Taman Nukila (Foto/Istimewa lintasmalut.co.id)

TERNATE – Front Pemuda dan Masyarakat Maluku Utara menolak segala bentuk tindakan profokatif yang menimbulkan konflik/kerusuhan di wilayah Maluku Utara, penolakan itu disampaikan bentuk gerakan aksi damai yang di lakukan Front Pemuda Malut di Landmark dan Taman Nukila Ternate sejak minggu (23/6/2019) hingga selasa (25/6/2019) kemarin.

Ketua Front Pemuda Maluku Utara Sudarso Manan dalam orasinya mengatakan, dinamika Demokrasi kita pada ahir-ahir ini telah Keluar jauh dari amanat Undang-Undang Dasar (UUD) dan pancasila 1 juni 1945 yang Telah di cita-citakan oleh pendiri bangasa kita, seperti yang kita lihat berbagai kelompok kepenting yang tidak bertanggung jawab selalu melontarkan narasi yang prokatif.

Kehadiran Front Pemuda Malut ini kata Sudarso, bahwa Pemuda dan Masyarakat Malut saat ini telah menolak segala bentuk profokatif, hoax, ujaran kebencin yang pada ahirnya bembuat bangsa kita terpecah belah itu sendiri.

” Kami yang terakumulasi pada hari ini baik dari pelajar pemuda dan masrakat Maluku Utara menolak segala bentuk tindakan profokatif baik secara tindakan maupun isu-isu yang membuat kita konflik dan terpecah belah,” Katanya.

Sementara itu Koordinator lapangan gerakan Front Pemuda Malut, Muhammad Saifudi, dalam orasi singkatnya menegaskan, kami di Maluku Utara suda tidak mau lagi mengulangi sejarah kelam yang terjadi di tahun 1999 yang akhirnya mengorbankaan banyak masyarakat Malut.

Apalagi di bulan juni ini, katanya, kita secara umum bangsa Indonesia seharusnya kita disadarkan secara Nasional, karna di bulan ini ada beberapa momentum Nasional yang menguatkan kesadaran Nasional kita,” Ujar Muhammad Saifudin yang di sapa Edet itu.

” Misalkan pada tanggal 1 juni sebagai hari lahinya pancaaila sebagai dasar dan falsafah bangsa Indonesia yang kita tau secara bersama, bahwa sang Prokramator kita yakni Bung Karno yang menggali pancasila dari nilai luhur adat istiadat budaya, bangsa Indonesia dan di paersembahkan untuk bangsa IndonesIa itu sendiri,” Tandas M.Saifudin (red)

Komentar