oleh

Geram Oba: Perusda Tikep Tidak Ada Solusi dan Hanya Habiskan APBD

Ketua Umum Geram Oba, Julfikar Sangaji (Foto:Istimewa)

TIDORE – Kehadiran Perusahan Daerah (Perusda) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) yang bergerak dihasil pertanian dan perikanan tidak lagi membuahkan hasil positif, justru hanya menghamburkan uang rakyat. Aman mandiri, adalah nama dari Perusda Tikep bergerak di sektor pertanian dan sektor perikanan, yang dibentuk pada tahun 2015-2016 silam sabagai wujud dari program Pemkot Tikep, pada proses penjalanan perusada, pengelolaan Perusda justru hanya menjadi sebuah sensasi semata.

Pasalnya, Perusda Tikep ternyata pengolaannya sama halnya ada dalam ketiadaan, hal tersebut hingga menuai kritikan dari Generasi Muda Oba (Geram-Oba) atas kerja Perusda yang tidak baik.

Ketua Umum Geram-Oba Julfikar Sangaji mengatakan, Perusda telah gagal memberikan manfaat kepada warga lewat pengelolaan perusahan, sebagimana bisa di lihat harga kopra yang anjlok, dimana posisi perusda ? tentunya harus di ketahui kalau dominasi masarakat Oba itu petani kelapa dalam, lantas kenapa harga kopra anjlok Perusda tidak memberikan alternatif sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah saat ini.

“Kosi anjoknya harga kopra saat ini petani membutuhkan solusi dari perusda yang bergerak di bidang pertanian dan perikan, kalaupun perusda tidak mampu memberikan solusi, maka pemerintah sebaiknya berhentikan perusda agar tidak menguras APBD,”katanya dalam rilis yang diterima lintasmalut.co.id via pesan WhatshApp, Rabu (29/5/2019) pukul 03.23 WIT.

Lanjut Julfikar, Geram-Oba Tikep berharap, kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tikep agar mengevaluasi kinernja Perusda Aman Mandiri, karena tidak menuai hasil yang baik dan tidak sesuai dengan program Pemerintah dan tidak mampu memberikan solusi yang baik kepada penani kopra.

“Seharusnya perusda yang disetiap tahun menghabiskan anggaran daerah bisa mengahdirkaan solusi sehingga tidak membebankan anggaran daerah,” cetusnya. (Alan)

Komentar