oleh

GPM Taliabu, Sula dan Mangoli Gelar Sidang Kalsis

Bupati Taliabu Aliong Mus Bersama Pengurus GPM (Foto:As/lintasmalut.co.id)

TALIABU – Gereja Prostestan Maluku (GPM) melaksanakan Sidang Klasis ke 40 tahun selama dua hari sejak 28 hingga 29 april yang berlangsung di gedung hemungsia siadufu, Bobong Taliabu Barat. Minggu (28/4/2019).

Sidang Klasis ini sendiri melibatkan seluruh para pendeta, penatua dan diaken dari Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Pulau Mangoli dan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) guna membahas dan mengevaluasi sejumlah program, pelayanan serta anggaran terhadap jemaat GPM.

Kegiatan tersebut dengan tema: “Allah Kehidupan Tuntunlah Kami Dalam Membela Dan Merawat Kehidupan”.

Bupati Aliong Mus dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat mengsuport pelaksanaan Sidang Klasis ke 40 tahun 2019, ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan evaluasi pelayanan atas program 5 tahun dan program sbelumnya, namun jangan terpaku pada semua persoalan, apa lagi jamaat GPM sangat membutuhkan pelayanan untuk terus berkarya dan mengabdikan diri pada Tuhan sang pencipta.

“Dengan sidang kalsis ini juga hendak mengevaluasi program pelayanan sesuai hasil keputusan dan ketetapan siding sebelumnya, baik itu program-program pokok pelayanan, anggaran pendapatan dan belanja klasis jemaat GPM yang telah dilaksanakan para pengurus sebelumnya,”katanya.

Lanjut Bupati, mencermati Sub Tema: ‘Muliakan Tuhan dengan bersama-sama meningkatkan Kualitas Pendidikan untuk Kesejahtraan Masyarakat Dan Keutuhan Bangsa’ adalah sesuatu yang tidak mungkin akan terjadi jika Tuhan tidak ikut campur tangan dalam keseharian kita dalam menjalankan aktifitas, Pemerintah Daerah Taliabu sangatlah mendukung program-program Klasis, apalagi Profram tersebut mempunyai singkroniasi dengan visi-misi Pemda dalam membnagun Taliabu Kedepanya.

“Pemerintah sangat mengapresiasi dan merespon positif dengan adanya sidang kalsis perdana di Taliabu ini di laksanakan, dengan harapan sidang kalsis ini dapat berjalan lancar dan sukses sesuai yang kita harapkan bersama,”ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Septinus Barunggu menjelaskan, sidang klasis merupakan sebuah kegiatan rutin setiap tahunya, dimana (Sidang Klasis/red) GPM berkewajiban untuk membahas dan mengevaluasi seluruh program dan anggaran pelayanan terhadap jemaat GPM yang ada di Sula, Mangoli dan Taliabu.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin, dimana seluruh program yang kemudian telah kami laksankan di tahun sebelumnya dan akan dilakukan program pada tahun ini wajib di lakukan evaluasi termasuk anggaran secara keseluruhan yang berkaitan pelayanan terhadap jemaat GPM yang ada di Taliabu,Sula dan Mangoli,”jelasnya.

Septinus menambahkan, dalam Sidang Kalsis ini sendiri melibatkan pihak majelis jema’at yang terdiri dari pendeta, penatua dan diaken, delegasi ini memliki hak suara untuk secara bersama membahas semua program yang akan dibahas dan diputuskan pada Sidang Klasis tersebut.

“Sidang ini merupakan kegiatan yang sangatlah penting, sehingga berlaku wajib delegasi ini terlibat untuk untuk secara bersama-sama membahas semua program yang sudah dan yang akan dilaksanakan pada tahun ini, tetunya kami melibatkan para pendeta, penatua dan diaken dari Sula, Mangoli dan Taliabu,”ungkapnya. (As)

Komentar